Dubes Vatikan Hadiri 100 Tahun Uskup Sol


mgr-andreas-sol1satumaluku.com- Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazz direncanakan akan menghadiri perayaan Misa 100 tahun Uskup Adreas Petrus Cornelis Sol, MSC yang nantinya akan berlangsung di Gereja Katredal St. Fransiskus Xaverius pada 19 Oktober mendatang.

Selain perayaan 100 tahun Uskup yang akrab disapa Uskup Sol ini, dalam rangkaian kegiatan juga disertai dengan seminar keagamaan yang dilanjutkan dengan lounching buku perjalanan hidup Uskup Sol serta makan patita bersama di Jalan Pattimura. Demikian penjelasan Ketua Umum Panitia Perayaan 100 Tahun Uskup Sol, Pastor Jopi S, MSC kepada wartawan di Catholik Center Santo Yohanes Paulus II Benteng, Rabu (14/10).

Menurutnya, perayaan 100 tahun Uskup Sol merupakan sebuah perjalanan panjang yang perlu direfleksi dan dimaknai oleh umat Katolik, khususnya di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya, dimana selama keberadaan Uskup Sol dalam melayani masyarakat Maluku, sangat berjasa dalam berbagai pembangunan pendidikan, sosial budaya serta ekonomi.

Uskup kelahiran Sloten, Belanda, 19 Oktober 1915 ini juga merupakan sosok pimpinan yang patut dicontoh. Keberhasilnya membuat dirinya mendapat berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional.

“Atas nama Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus, Pater Jenederal di Roma dan seluruh anggota MSC di dunia, kami menyampaikan proficiat dan selamat kepada Bapa Uskup Andreas Sol yang merupakan Uskup pertama MSC yang merayakan HUT ke-50 tahbisan Uskup. Ini rahmat yang luar biasa bagi kita semua.” Ujar Pater Jamlean, Wakil Propinsial.

Seturut catatan sejarah MSC, demikian Wakil Propinsial menambahkan, dalam usia imamat, Uskup Andreas Sol adalah Imam MSC tertua karena pada bulan Agustus 2014 Mgr. Sol merayakan 74 tahun imamatnya. Sedangkan dari sudut pandang usia, masih menurut Jamlean, Uskup Sol adalah anggota MSC kedua tertua di dunia.

Kehadiran Uskup Sol di Maluku diawali dengan tugas dan tanggungjawab sebagai Imam. Kemudian dilanjutkan dengan tahbisan Episkopat, semuanya itu dilakukan di tanah Maluku. Menurutnya, Uskup Sol adalah misionaris sejati yang mau mengabdikan seluruh hidupnya untuk umat Keuskupan Amboina.

Bahkan dalam proses perjalan hidup tepatnya pada 25 Februari 1964, Uskup Sol ditahbiskan menjadi Uskup Coadjutor Keuskupan Amboina dan baru pada tanggal 13 Februari 1965 diangkat sebagai Uskup Diosis Amboina.

“Sudah sepantasnya seluruh umat keuskupan Amboina mengucapkan proficiat kepada Mgr Andreas Sol, sehingga perayaan 100 tahun layak dilakukan oleh umat Katolik. Bahkan yang paling istimewa dari Mgr Sol adalah, beliau sering mengajak kita semua untuk selalu berdoa. Sebab menurutnya apa yang tidak bisa diselesaikan oleh manusia, Tuhan akan selesaikan. Beliau selalu memberikan semangat kepada kami untuk berkarya dengan penuh cinta,” tuturnya. (SM-10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s