Biarlah Api Injil Tarus Manyala


FOTO REMPAH2
NOVI PINONTOAN

PESTA Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI di Ambon, sudah berakhir. Dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi), ditutup resmi oleh Menristek dan Dikti Prof Muh Nuh pada Sabtu 10 Oktober 2015 di Stadion Mandala Remaja Karangpanjang.

Ada hal menarik dan menggugah keharuan dan rasa emosional positif iman serta jiwa kedaerahan Maluku, terjadi saat Gubernur Maluku Said Assaagaff sampaikan sambutan penutupan.

Meski dalam suasana formal, resmi penutupan acara gerejawi nasional yang merupakan hajatan umat Kristiani se Indonesia. Namun Said Assagaff yang seorang muslim, mampu menggetarkan jiwa dan rasa para hadirin, pengisi acara dan penonton.

Bahkan bukan saja orang Maluku yang ada di Kota Ambon dan sekitarnya. Rasa terharu dan bangga serta salut, juga dirasakan dan disampaikan oleh orang-orang Maluku atau yang pernah tinggal di Ambon yang tersebar di seluruh Indonesia, saat mereka menyaksikan sambutan Said Assagaff melalui siaran langsung TVRI Nasipnal.

Keharuan, bangga dan salut, bukanlah basi-basi. Pasalnya, dalam sambutan Said Assagaff di malam penutupan itu, ia mengungkap beberapa ayat Alkitab dan yang paling menyentuh rasa imani orang Kristiani Maluku dimana saja berada, saat ia membacakan syair lagu rohani ”Api Injil Manyala”.

Penekanannya di malam penutupan Pesparawi Nasipnal itu adalah di beberapa syair reefrein lagu tersebut,

”La biar api injil terus manyala
Sio manyala di katong pung hati
La biar akang pung cahaya
Sio tapancar trus la dari Ambon”

Ketika syair lagu itu dibacakan. Terlihat bukan saja para pengunjung dan pengisi acara penutupan tertegun dan terharu. Bahkan di media sosial (facebook dan blackberry massenger), muncul pesan bangga dan terharu atas sambutan Said Assagaff tersebut.

”Pak Bib (panggilan akbar Said Assagaff, red) hebat. Beta salut dan bangga beliau. Bikin bulu badang badiri e,” begitulah bunyi pesan BBM dari Vicky Malaihollo, warga Depok Jawa Barat, kepada penulis via BBM saat nonton siaran langsung di TVRI Nasipnal.

Senada juga disampaikan Pdt Lisa OP, warga Maluku di Semarang Jawa Tengah yang juga menyaksikan siaran langsung di tv.

”Bung, beta terharu dan aer mata tumpah saat Pak Gubernur Maluku baca syair lagu Api Injil Manyala dan waktu lagu Maluku Tanah Pusaka,” ungkap Lisa OP melalui pesan BBM.

Jopie Tenlima di Bangka Belitung, Salim Basalamah di Jakarta, Cliff Wilgard Leiwakabessy di Makassar, Lola Pentury/L dan Bakrie Hentihu warga Batumerah juga menyampaikan keharuan dan kebanggaan mereka menyaksikan siaran langsung Pesparawi di tv.

Bahkan, orang Maluku di seperti Amerika, Belanda dan Australia pun menyanpaikan keharuan dan kebanggaan mereka melihat persaudaraan kembali yang tercipta selama Pesparawi.

Makna dari sambutan penutupan Said Assagaff itu, adalah mencerminkan kehidupan tradisi basudara orang Maluku sejak dulu kala. Salam dan Sarane satu. Tak ada beda dalam keseharian.

”Beta dan orang Passo itu pela. Katong gandong deng Negeri Emma,” begitu ungkap Salim Elfuar anak Batumerah kepada penulis di medsos facebook.

Secara imani kristiani. Apa yang Said Assagaff cuplik dari syair reefrein lagu ”Api Injil Manyala” itu, sungguh menggugah hati dan rasa memang. Nurani bergoncang, pikiran terharu dan macam rasa berkecamuk.

Lengkap lagu itu seutuhnya bgini dalam dialek Ambon.
”Tuhan punya maksud..
Par katong pun datuk-datuk
Barmula dorang tarima
Api injili
Sakarang dong su seng ada
Yang tinggal cuma pasang
Par anak cucu samua
Sakarang ini

Reff: La biar api injil terus manyala
Sio manyala di katong pung hati
La biar akang pung cahaya
Sio tapancar trus la dari ambon
La dari dolo
Sampe Tuhan Yesus bale kombali

Terjemahan bebasnya begini.

Tuhan Punya Rencana
Untuk para Pendahulu (datuk-datuk)
Pertama kalinya mereka menerima
Api Injil
Sekarang mereka sudah tiada
yang ditinggalkan hanya pesan
untuk anak cucu semua

Biarlah Api Injil terus menyala (berkobar)
Menyala di dalam hati kita
Biarlah cahaya Api Injil
terus terpancar dari Ambon
sudah ada dari dulu
sampai kedatangan Yesus kembali.

Kini semua telah berakhir. Pesparawi Nasional telah ditutup. Hasil telah diumumkan. Maluku kembali merebut supremasi juara umum untuk ketiga kalinya.
Semua peserta mulai bergelombang kembali ke masing-masing daerahnya. Sambutan umat beragama di Ambon mendapat pujian dimana-mana, bahkan dari peserta sendiri mengungkapkannya. Biarlah arti persaudaraan dan kerukunan sejati memancar dari Maluku.

Meski demikian. Tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang sempurna. Karena itu, Wagub Maluku Zeth Sahuburua sebagai Ketua Panitia Pesparawi menyatakan,ibarat kalau ada salah atau keliru, tulislah di pasir tepi pantai, supaya kalau datang ombak tulisan itu terhapus! Lalu bawa pulanglah yang kesan baik ke rumah masing-masing.

Akhirnya, biarlah api Injil tarus manyala. Tapancar dari Ambon, Maluku demi kedamaian Indonesia tercinta…. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s