Kembalinya Supremasi Maluku


FOTO REMPAH2
NOVI PINONTOAN

PESTA Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI di Ambon, sudah berakhir. Even ini dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta ditutup oleh Menristek dan Dikti Prof Muh Natsir, Sabtu 10 Oktober 2015 di Stadion Mandala Remaja Karangpanjang.

Banyak peserta sudah kembali ke daerahnya masing-masing. Namun tidak sedikit yang masih berada di kota manise ini.

Alasannya, menunggu jadwal pesawat. Ada pula yang karena berdarah Ambon-Maluku, jadi tinggal melepaskan rindu di kampung halaman bersama keluarga.
Euforia warga Ambon untuk Pesparawi perlahan-lahan mulai menurun.
Back to basic. Kembali ke aktifitas masing-masing setelah kesibukan padat mulai dari latihan, persiapan, kordinasi, pembukaan hingga penutupan.

Pesta iman telah usai. Namun ada catatan manis yang tertinggal. Sukses penyelenggaraan, sukses administrasi dan sukses prestasi, terjadi dan tercipta keharuman dan kekaguman.

Kontingen Maluku sukses prestasi. Mampu merebut kembali supremasi juara umum yang hilang. Supremasi talenta tarik suara yang sejak dulu dikenal, serta supremasi juara umum yang gagal beberapa kali. Akhirnya kembali ke pangkuan Maluku !

Supremasi anak-anak Maluku di bidang tarik suara dan seni, yang beberapa tahun pudar, menurun, kini telah sukses dikembalikan. Jati diri KeMalukuan kita bangkit lagi. Kesuksesan ini harus terus dibina dan dipertahankan.

Sukses Maluku ini bukan saja di pelaksanaan dan prestasi. Tetapi juga nama daerah ini, mampu terangkat ke internasional dengan kehadiran penyanyi tenor dunia asal Italia, Fabio Andreotti.

Fabio Andreotti tampil istimewa dan memukau saat pembukaan Pesparawi Nasional, Selasa (06/10) malam. Andreotti tak lain penyanyi tenor pertama di dunia setelah wafatnya penyanyi Luciano Pavarotti yang juga berkebangsaan Italia.

Ia tampil menggunakan jas hitam untuk menghibur sekitar 8.000 peserta Pesparawi dari 34 provinsi. Fabio tampil prima berduet dengan penyanyi Ambon Margie Sipahelut dan menyanyikan lagu The Prayer milik penyanyi dunia Celine Dion dan Andrea Bocelli serta dengan Josh Groban.

Kesuksesan hadirkan Fabio Andreotti itu, lebih merinding saat ia diiringi kemerduan suara suling bambu 100 peniup yang tergabung dalam Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) pimpinan Rentje Alfons dan berpadu tabuhan tifa dan musik Islami hadrat, keduanya tampil prima dengan vokalitas dominan.

Penampilan duet Fabio Andreotti dan Margie Sipahelut yang juga terdukung 250 orang penyanyi massal gabungan kantoria dari berbagai gereja di Ambon sebagai backing vokal.

Kedatangan Fabio Andreotti atas undangan Pemprov Maluku tersebut tujuannya mengembalikan penyelenggaraan Pesparawi, yakni klasik system atau sistem bernyanyi dengan pendekatan teknik klasik, selain wadah pembelajaran kepada para penyanyi klasik di Indonesia.

Beta sengaja fokus sedikit soal kehadiran Fabio Andreotti ini. Karena terkesan ”tenggelam” oleh suasana kisah, cerita, dan pengalaman para kontingen yang begitu terkejut, terharu, bangga dan tidak menyangka, begitu harmoni dan rasa persaudaraan warga Ambon baik muslim atau kristiani dalam menyambut mereka.

”Katong kaget juga. Fabio Andreotti kan penyanyi terkenal di dunia, bisa hadir dan menyanyi pada Pesparawi di Ambon. Hebat dan salut. Seng sangka. Katong jadi bangga,” ungkap Karel Sahulata warga Joglo Jakarta, senada dengan Jeffry Pattinasarany warga Denpasar Bali yang mengirim pesan via blackberry messenger (BBM).

Jean Ansye Malaihollo/Loppies, warga Ambon yang sudah menetap di Amerika Serikat pun kaget saat mengetahui Fabio Andreotti menyanyi di Pesparawi Nasional di Ambon.

”Wah, luar biasa! Beta juga kaget dan bangga. Fabio kan penyanyi tenor terkenal di dunia dari Italia. Beta bangga Maluku,” ungkap Jean Ansye melalui akun Facebook nya.

Kembali ke suasana Pesparawi. Bukan saja kisah kasih penjemputan dari berbagai jemaat GPM seperti Sinar Kudamati, Galala, Passo, Lateri, Amahusu, Bethel, Rehoboth dan lainnya.

Namun juga suasana haru tercipta saat warga muslim Batumerah menjemput kontingen Jogjakarta dan juga warga Waihaong Silale mengadakan perpisahan dengan kontingen Jawa Tengah yang dihadiri Gubernur Said Assagaff dan Wagub Zeth Sahuburua.

Kisah hidup harmonis persaudaraan juga terjadi di kawasan kristen Kudamati. Saat dimana Jemaat Sinar menjemput dan menyambut kehadiran kontingen Banten, yang turut dikunjungi langsung sang gubernur Rano Karno alias Si Doel.

Cerita Rano Karno membaur dengan warga jemaat Sinar itu. Menjadi kisah wangi tersendiri dan catatan manis selama Pesparawi Nasional di Ambon.

Banyak kisah kasih menarik dan keharuan tercipta dari ungkapan-ungkapan para peserta Pesparawi ini. Inti kesimpuilan mereka, image atau kesan tentang Ambon selama ini sirna, pupus dan tidak benar anggapan negatif selama ini. Ambon di mata mereka luar biasa ramah dan hidup sangat toleransi, terlihat ”manis” sekali.

Itulah hakekat hidup orang basudara di Maluku dari para datuk-datuk. Hidu asli. Murni orang Maluku. Yang pada tahun-tahun belakangan luntur, hampir hilang kekerabatan dan hidup basudara.

”Biarlah wangi kerukunan dan persaudaraan yang terjalin di Ambon ini, bisa berpencar sampai ke belahan dunia lain. Semoga wangi bunga cengkeh dan pala menyebar keharumannya di mana-mana,” begitulah ungkapn Gubernur Maluku Said Assagaff saat penutupan.

Akhirnya. Yang beta mau bilang dan sampaikan melalui catatan ini. Bukan hanya supremasi prestasi Maluku dikembalikan. Tetapi, kembalilah juga makna kehidupan orang basudara di Maluku.

Salam dan Sarane serta yang lainnya adalah satu. Satu dalam persaudaraan kehidupan sehari-hari. Tak ada sekat-sekat. Tak ada demarkasi, garis batas. Tak ada lagi perbedaan..

Kembalilah supremasi dan kejayaan Maluku baik di bidang tarik suara maupun kehidupan basudara. Sehingga akhirnya terpencar ke seluruh nusantara.

Mari kita renungkan bersama. Lalu satukan langkah untuk kedamaian dan persaudaraan sejati di Maluku, lalu sebarkan untuk Indonesia tercinta. Semoga…! (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s