Jaksa Banding Putusan Korupsi Anggaran Doking Kapal


AMBON- Kejaksaan Negeri Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, banding terhadap putusan majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Ambon atas terpidana Tedja Thomas Wulur yang hanya divonis dua tahun dan Margaretha Lilimwelat yang dihukum 1,5 tahun penjara. “Kami akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Ambon karena putusan majelis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa,” kata Kasie Pidsus Kejari Saumlaki Denny Syahputra Kurniawan di Ambon, Rabu.

Awalnya JPU menuntut Tedja selaku Direktur PT. Sarana Lautan Nusantara selama 7,5 tahun penjara, membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Menurut Denny, yang bersangkutan juga dituntut membayar ganti rugi keuangan negara senilai Rp1,99 miliar dan kalau tidak dipenuhi maka terdakwa dikenakan hukuman tambahan berupa kurungan selama 3,9 tahun, karena terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.
Sedangkan Margaretha Lilimwelat selaku Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Saumlaki dituntut hukuman empat tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

KM Wetar adalah kapal penumpang yang melayari rute pelayaran perintis dari pelabuhan Ambon-Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat hingga Kabupaten Maluku Barat Daya dan terbakar di Ambon pada tahun 2010 lalu.

Kemudian Kementerian Perhubungan mengalokasikan dana sebesar Rp1,99 miliar untuk merenovasi kembali kapal tersebut dan anggarannya dicairkan ke Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan (KUPP) Saumlaki. Terdakwa Margaritha menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), sedangkan terdakwa Tejo adalah kontrator.

Penasihat hukum terdakwa, Firel Sahetapy dan Hendrik Lusikoy mengatakan, renovasi KM. Wetar tahun 2012 oleh kliennya mengalami keterlambatan karena awalnya pihak Syahbandar Ambon menolak pemberian izin berlayar.

“Saat terbakar tahun 2010, KM. Wetar sudah dalam posisi miring dan nyaris tenggelam tetapi Dinas Perhubungan bersikeras menarik bangkai kapal itu keluar dari Ambon untuk diperbaiki di perusahaan dok kapal Tegal,” kata Firel Sahetapy. Tim Irjen Kemenhub juga sudah melihat kondisi kapal dan mengakui adanya keterlambatan perbaikan KM. Wetar.

Terdakwa membuat surat permohonan perpanjangan masa kerja (adendum) ke Kemenhub karena masih banyak item yang belum diselesaikan diantaranya jangkar kapal dan elektro motor penggerak tangga pada lambung kiri dan kanan kapal. (ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s