Bos Go-Jek Berbagi Ilmu di Ambon


AMBON- Dua pengusaha perempuan muda yang telah sukses mengembangkan bisnisnya, yakni Riezka Rahmatiana dan Dara Dayu Permata memberi pencerahan kepada generasi muda Maluku agar mengembangkan motivasi sebagai wirausaha.

Riezka Rahmatiana adalah pemilik Justmine Pisang Ijo yang berpusat di Bandung. Sedangkan Dara Dayu Permata, adalah CO-Founder, CO-Lead sekaligus Vice-President (VP) PT Go-Jek Indonesia. Keduanya pengusaha muda yang sukses meraih omzet miliaran setiap bulan ittu hadir di Kota Ambon atas prakarsa Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku. Acaranya dikemas dalam kegiatan Temu Responden 2015, dengan tema ” Menjadi Wirausaha Muda di Era Digital”, Sabtu (24/10).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Wuryanto berharap, melalui talkshow ini, anak muda Maluku khususnya di Kota Ambon bisa menyimak kisah-kisah sukses inspiratif edua narasumber. Tujuannya agar generasi muda bisa tertular virus-virus wirausaha, dan dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang bermunculan pengusaha-pengusaha baru di Kota Ambon.

Selain itu, dengan diresmikannya Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) oleh Presiden Joko Widodo pada 10 Mei 2015, kualitas dan kapasitas layanan data di kawasan Indonesia bagian timur dapat diperkuat. Bank Indonesia melihat bahwa penguatan jaringan komunikasi tersebut merupakan peluang bisnis yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh dunia usaha Provinsi Maluku, karena saat ini, berbisinis secara digital  sudah menjadi trend dimana-mana.

Dalam kesempatan itu, Riezka Rahmatiana banyak membagikan pengalamannya tentang cara memulai usaha yang berdaya saing tinggi dan dapat bertahan di era persaingan seperti sekarang. Yang terpenting, menurut Riezka, jangan mudah menyerah jika saat memulai usaha menemui kendala bahkan kegagalan.

Diakui Riezka, dirinya mampu menggapai sukses seperti sekarang juga melalui perjalanan yang berliku dan sempat jatuh bangun. Ia bahkan sampai mengalami delapan kali kegagalan usaha, mulai dari jualan pulsa, pakaian dan lainnya. Sukses baru bisa digenggamnya, pada usaha yang kesembilan yakni Pisang Ijo yang kini juga sudah berhasil mengeluarkan produk-produk baru seperti Tokyo Banana.

Riezka juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memasarkan usahanya, yakni melalui sosial media baik Facebook, Twitter, Instagram maupun Line. Ia bahkan ini sudah memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai kota di Indonesia bahkan sampai ke manca negara.

Sementara itu, Daya Dayu Permata banyak membagikan pengalaman tentang cara-cara menangkap peluang bisnis dengan dukungan teknologi informasi, seperti yang sekarang ia jalankan bersama PT Go-Jek Indonesia, yang bergerak dibidang jasa ojek online. Menurutnya, konsep kemitraan yang diusung oleh Go-Jek membuat rider yang menjadi mitra memiliki fleksibilitas waktu karena tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk nunggu penumpang dan bisa mengambil penumpang kapan saja,  fleksibilitas tempat karena mereka bisa mengambil penumpang dimanapun tanpa perlu pergi ke pangkalan, dan fleksibilitas finansial karena mereka bisa mengambil order sesering mereka inginkan tanpa takut sepi pelanggan. Hanya bermodalkan smartphone, seorang rider atau tukang ojek bisa mendapatkan orderan pelanggan. Tidak hanya di Jakarta, Go-Jek kini telah mengembangkan sayap usahanya ke bebrapa kota lain di Indonesia, seperti Surabaya, Makassar serta Denpasar. Konsumen Go-Jek pun kini sudah melampaui jumlah satu juta orang.

Suksesnya ojek online ini, menurut Dara, membuat dirinya bersama rekan-rekan di PT Go-Jek membuka lagi bisnis berbasis aplikasi lainnya, yakni Go-Box, Go-Clean, Go-Massage dan Go-Glam. Go-Box yaitu layanan jasa pengiriman barang dengan kendaraan mobil pickup, box hingga truk. Sementara Go-Glam layanan salon kecantikan yang siap dipanggil ke rumah. Go-Massage yaitu layanan pijat yang pemijatnya siap diantar ke rumah oleh pengemudi Go-Jek serta Go-Clean yaitu jasa bersih—bersih rumah hingga kantor.

Pengalaman menarik yang dibagi oleh Riezka maupun Dara tampaknya sangat mencuri perhatian para peserta talkshow yang berasal dari kalangan mahasiswa, swasta, dosen, PNS maupun pengusaha kecil di Kota Ambon. Mereka tampak berlomba-lomba menyampaikan berbagai pertanyaan, bahkan tidak sedikit yang langsung menyatakan minatnya untuk membuka usaha seperti yang dijalankan oleh Riezka maupun Dara.(SM-07)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s