Pelaku Kecelakaan Maut Halong Dituntut 6 Tahun


AMBON— Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada Udin R, pengemudi truk tronton yang menewaskan delapan korban dalam peristiwa kecelakaan maut di Halong beberapa waktu lalu.

Tuntutan tersebut disampaikan penuntut umum dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Heri Setiabudi,SH, didampingi hakim anggota Philip Pangalila,SH dan Halima Umaternate, SH, Rabu (4/11).

Dalam tuntutannya, JPU meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara itu, menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja mengemudi kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa dan mengakibatkan orang lain meningal dunia. Terdakwa dikenakan pasal 311 ayat (4) UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Udin R selama selama tahun dan denda Rp24 juta, subsider tiga bulan kurungan, “ucap JPU Asmin Hamja saat membaca tuntutan.

Tuntutan JPU cukup beralasan, karena akibat kelalaian terdakwa ketika mengemudikan mobil tronton yang mengalami kecelakaan, mengakibatkan delapan korban meninggla dunia, dan lima orang mengalami luka berat. Sementara hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa juga merasa menyesal dan memiliki tangungjawab istri dan anak. Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim kemudian memberikan waktu selama satu minggu bagi penasehat hukum terdakwa, Baiman Pattiasina untuk mengajukan pembelaan.

Penasehat hukum terdakwa, Baiman Pattiasina usai persidangan mengungkapkan, jaksa juga harus memanggil dan memeriksa pemilik kendaraan, yakni PT Mustika. Pasalnya, pemilik kendaraan harus bertanggungjawab penuh atas kejadian ini. Bahkan, yang bersangkutan harus ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemilik kendaraan juga harus dijerat. Bahkan supir tetap juga. Karena klien saya ini hanyalah supir bantu, “tandasnya.

Untuk diketahui, Udin R didakwa dengan Pasal 311 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dakwaan tersebut didasarkan pada kasus tabrakan mobil tronton yang dikemudikan Udin R mengalami masalah pada pengereman dan menabrak 5 buah mobil dan 3 unit sepeda motor secara beruntun. Kejadian naas yang melibatkan Udin terjadi pada 27 Maret 2015 sekitar pukul 08.45 WIT,
mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Korban meninggal diantaranya, Viktor Tuhumena, Elisabeth Lerick, Yance D Molle, Simon Reinold, Meigrace Tiven, Yosman Lating dan Frederika Rumajak. Sementara lima korban luka yakni, Sally Titarsolle, Abdul S Wakano, Nani Indriani, Masyhur Tihurua dan Jan S. Tahitoe. (SM-03)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s