Hentikan Aktivitas di Gunung Botak !


AMBON- Pemerintah daerah dan aparat keamanan diminta agar segera menghentikan aktivitas penambangan emas tradisional di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. Aktivitas yang sudah dilarang Presiden Joko Widodo enam bulan lalu itu telah menimbulkan korban. Sejumlah warga terpapar zat merkuri yang digunakan dalam pengolahan emas.

Seperti dilansir Kompas, Ketua Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku, Costansius Kolatfeka, di Ambon, Sabtu (7/11), mendesak Gubernur Maluku Said Assagaff dan Kepala Polda Maluku Brigadir Jenderal (Pol) Murad Ismail mengambil keputusan menutup tambang di sana. Aktivitas pengolahan hasil tambang yang menggunakan zat berbahaya merkuri juga ditertibkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut hasil penelitian dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura, Ambon, Yuthinus T Male, sejumlah warga, baik petambang maupun warga, di Buru sudah terpapar merkuri. Konsentrasi merkuri yang ada di dalam tubuh mereka sudah melampaui ambang batas maksimum. Sampel penelitian itu diambil dari rambut warga.

Merkuri yang masuk ke dalam tubuh akan menumpuk di otak sehingga menyebabkan kegagalan motorik, seperti tangan tidak bisa bergerak. Gejala awal adalah kesemutan hingga lumpuh total. Khusus untuk wanita hamil atau menyusui, merkuri akan menular ke janin atau bayi sehingga bisa mengakibatkan cacat fisik dan mental. Merkuri bisa menembus plasenta. Dikhawatirkan, tregedi Minamata di Jepang bakal terulang di Buru (Kompas, 7/11).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s