Eks Direktur RSUD Bula Dihukum Penjara


AMBON- Eks Direktur RSUD Bula, Diki Achmad Hidayat divonis satu tahun penjara dalam kasus korupsi dana Jamkesda tahun 2010, Senin (9/11) di Pengadilan Tipikor Ambon. Hidayat juga dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp62.635.564, subsider enam bulan kurungan.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Didik Ismiatum, didampingi hakim anggota, Achmad Bukhori dan Edy Sepjangkaria. Sementara terdakwa didampingi Penasihat Hukum, Wendy Tuaputinain Cs.

Vonis majelis hakim itu, lebih rendah dari tuntutan JPU, JE Oceng Almahdaly yang menuntutnya dengan hukuman 1,6 tahun penjara, membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara dan uang pe­ngganti Rp 70.074.285 subsider sembilan bulan.

Dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan, terdakwa terbutki melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pem­berantasan Tipikor sebagai­mana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP seperti yang disebutkan dalam dakwaan sekunder. Terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim tersebut.

Siwalima melansir, sebelumnya JPU dalam tuntutan mengungkapkan, pada tahun 2010 RSUD Bula memperoleh bantuan dana luncuran Jamkesda dari APBD Provinsi Maluku sebesar Rp 105.650.000. Kemudian dilaksanakan perjanjian kerja sama antara Tim Pengelola Jamkes­da Provinsi Maluku dengan RSUD Bula Nomor : 440/04/PK/2010 dan Nomor : 445/68/RSUD/V/2010 tanggal 5 Ja­nuari 2010 tentang Pelayanan Kesehatan bagi peserta program Jamkesda tahun 2010.

Dijelaskan,sesuai buku pedoman pelaksanaan Jamkesda Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2010, dana Jamkesda adalah bentuk belanja bantuan sosial untuk pelaya­nan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu di wilayah Provinsi Maluku yang belum terproteksi asuransi kesehatan lainnya dan merupakan dana luncuran yang diberikan berdasarkan pasien yang terlayani.

Dimana, pasien yang dilayani tersebut kemudian dimin­takan klaim oleh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) ditingkat rumah sakit dengan membuat pertangungjawaban dana luncuran pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, pertanggungjawaban tersebut diverifikasi dan setelah dinyatakan layak oleh direktur rumah sakit, maka Pemberi Pelayanan Ke­sehatan (PPK) sudah dapat mencairkan dana pelayanan kesehatan tersebut. Dana PPK itu dapat dimanfaatkan menjadi hasil kinerja pelayanan kesehatan sebagai penerima atau pendapatan atas klaim pelayanan, dan dapat digunakan sesuai ke­bu­tuhan dan ketentuan masing-masing antara lain jasa medis atau jasa pelayanan yang ditetapkan direktur rumah sakit setinggi-tingginya 40 persen.

Sedangkan sisa dananya dapat digunakan untuk jasa sarana, pemenuhan kebutuhan bahan medis habis pakai, dana opersional, pemeliharaan obat, darah dan administrasi pendukung lainnya.

JPU menyebutkan, sesuai dengan SK Bupati SBT No­mor : 440/29.a/KEP/2010 terta­nggal 1 Maret 2010 tentang peman­faa­tan penerimaan pe­la­yanan asuransi kesehatan sosial, Jamkesda dan program seje­nisnya di RSUD Kabu­paten SBT, jasa rumah sakit yang diterima dari klaim Jamkesmas atau program yang sejenisnya dikelola pe­nggunaannya lang­sung oleh rumah sakit, dimana maksimal 50 persen sebagai jasa sarana dan minimal 50 persen seba­gai jasa pelayanan.

Atas dasar itu, Diki Achmad Hidayat selaku Direktur RSUD Bula dan verifikator independen RSUD Bula selanjutnya mengajukan klaim pasien Jam­kesda RSUD Bula Tahun 2010 terhitung Mei-Desember 2010 sebesar Rp 107.573.084. Jumlah tersebut kemudian diajukan ke tim pengelola Jamkesda Daerah Maluku dan berdasarkan hasil verifikasi tim, diajukan permohonan pen­cairan kla­im Jamkesda RSUD Bula sebesar yang disebutkan diatas. (S-16)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s