Pesona Maluku Hadir di Semarang


SEMARANG- Pesona keindahan alam dan kekayaan budaya Maluku hadir di Kota Semarang, Jawa Tengah dalam waktu semalam. Keindahan itu terpancar lewat pagelaran drama musikal dan tari yang dimainkan ratusan mahasiswa di komplek wisata Pekan Raya Promosi Pembangunan Jawa Tengah, Selasa malam, 10 November 2015.

Laporan Viva.co.id merinci pagelaran akbar bertajuk ‘Pesona Negeri Manise’ ini memang sengaja diangkat untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan serta mengenang kepahlawanan warga Maluku dalam merebut kemerdekaan.

Kemegahan tata cahaya serta garapan musik dan koreografi apik disajikan dalam pementasan kolosal berdurasi tiga jam tersebut. Penonton seperti diajak langsung menjelajah secara detail tentang negeri Maluku. Seperti menengok cerita sejarah perjuangan rakyat Maluku sejak zaman penjajahan Portugis hingga Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

Semua atribut yang hadir dipanggung bahkan dibuat layaknya Maluku. Berbagai tarian khas, tradisi, budaya, falsafah, destinasi wisata hingga bahasa pun hadir mencerminkan pulau yang terkenal dengan budaya Pela Gandong ini.

Tapi jangan heran, jika para pemain bukanlah aktor/artis ataupun para penari profesional. Ratusan pemain ini hanyalah mahasiswa biasa yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka terkumpul dalam mahasiswa berprestasi penerima Beasiswa Djarum Plus. Di Semarang mereka mengikuti rangkaian pembekalan wawasan kebangsaan bertajuk ‘Nation Building’ sejak 6-10 November 2015.

Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad mengatakan, puncak rangkaian kegiatan ini bernama Malam Dharma Puruhita. Tema ‘Pesona Negeri Manise’ sengaja dipilih dalam pagelaran seni yang dimainkan oleh 522 mahasiswa pilihan dari 87 perguruan tinggi di Indonesia itu.

“Mereka para mahasiswa bukan praktisi kesenian, bukan penari dan penyanyi, bukan pula aktor dan aktris. Tapi dengan pembelakalan shoft skill yang didapat di sini, mereka bisa membangun keberagaman dan menyatukan kemampuan seperti semangat Pela Gedong negeri Maluku,” katanya.

Pagelaran ini diracik oleh koreografer handal Denny Malik Entertainment dan sejumlah pengarah paduan suara DIPO Voice. Konsepnya, memadukan unsur seni suara dan gerak yang diperankan secara kolosal.

“Ini pagelaran nonstop review musical. Di bawah puluhan mentor yang membimbing. Mereka berlatih 8 jam selama 4 hari untuk karya terbaik malam ini,” ujar Denny.

Denny berharap, pagelaran ini mampu memunculkan kepekaan terhadap lingkungan dan wujud syukur kekayaan alam. Paling penting agar generasi muda mampu mengenal, menghargai dan cinta akan kekayaan seni dan budaya Indonesia. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s