Ambon Ideal Jadi Pelabuhan Ekspor


AMBON- Dubes Belanda untuk Indonesia Rob Swartbol memandang Ambon ideal dikembangkan menjadi pelabuhan ekspor tujuan negara-negara Eropa Barat. Karena itu, Rob menginginkan Ambon menjadi “pintu masuk maupun keluar” lima Provinsi Melanesia Indonesia yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gubernur Maluku Said Assagaff usai bersilaturahmi dengan Dubes Rob di Ambon, Rabu petang mengatakan, Ambon dinilai lebih ideal dibandingkan Sorong, Papua Barat maupun Makassar, Sulawesi Selatan.

“Strategisnya karena Maluku memiliki potensi lestari ikan 1,6 juta ton/tahun dengan kualitas sumber daya hayati laut tidak diragukan tujuan ekspor,” ujar Said yang sebelumnya sempat bertemu Rob di Belanda pada 2014 lalu.

Rob, kata Said, menepati janjinya mengunjungi Maluku dan syukurlah dengan kepercayaan menjadi Dubes Belanda untuk Indonesia strategis dalam merealisasikan kesepakatan saling menguntungkan.

Kesepakatannya itu bertujuan agar ikan hasil tangkapan di laut Maluku diekspor langsung ke negara – nerara Eropa barat dengan Belanda merupakan “pintu masuk”.

“Saya akan mengkoordinasikan peluang terobosan perdagangan tersebut dengan Menteri Perdagangan maupun empat Gubernur Melanesia Indonesia saat pertemuan bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 12 November 2015,” tandas Gubernur.

Dia juga menjamin peluang kerjasama perdagangan strategis ini haruslah memiliki kepastian hukum sehingga melibatkan Kajati Maluku, Chuck Suryosumpeno dalam setiap pertemuan tim teknis perekonomian.

“Investor, terutama asing berminat menanamkan modalnya di Maluku haruslah memiliki kepastian hukum sehingga tercermin iklim investasi yang sehat, makanya Kajati Chuck terlibat dalam setiap pertemuan tim teknis perekonomian setiap bulan,” tegas Gubernur.

Dia menambahkan, jenis ikan yang diminati pansga pasar ekspor negara – negara Eropa Barat adalah tuna.

Dubes Rob juga menawarkan kerjasama di bidang pariwisata dan pendidikan. Khusus pendidik perlu dikembangkan sistem magang maupu pelatihan generasi muda Maluku di Belanda.

“Saya pernah menekuni program magang di Belanda sehingga strategis kalau itu diaktifkan kembali,” timpalnya. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s