Terhambat Evakuasi, Dokter Muda Meninggal di Dobo


AMBON- Seorang dokter muda yang sedang menjalani program internship di Dobo, Kepulauan Aru Maluku, Dr Dinosius Giri Samudera (Andra), Rabu (11/11) sekitar pukul 18.18 WIT meninggal dunia akibat terinfeksi virus campak.

Sebelum dikabarkan meninggal, Dr Andra menderita demam, mengalami gagal nafas dan penurunan kesadaran ketika mendapat perawatan di RSUD Cendrawasih, Dobo.

Berbagai reaksi solidaritas dari sesama dokter pun merebak menanggapi kematian Dr Andra. Apalagi berita-berita yang berkembang menyebut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin itu tak bisa dievakuasi untuk perawatan intensif, akibat keterbatasan sarana transportasi.

Sejawat Andra, seorang dokter di RSUD Cendrawasih Dobo, Dr Glenn, beberapa saat sebelum meninggalnya Dr Andra menginformasikan kondisi rekannya itu sangat lemah dan sudah masuk fase koma. Itu disebabkan virus campak sudah menyebar hingga ke otak.

“Kondisinya agak berat, sampai sekarang dia masih koma. Trombositnya 50.000, dia butuh segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan intensif di pusat pelayanan kesehatan lanjutan,” ujar Dr Glenn saat itu.

Sayangnya, kata Glenn, transportasi di Kepulauan Aru sangat terbatas. Pesawat hanya ada dua minggu sekali sedangkan jalur laut menuju kabupaten butuh 4 jam.
Rncananya Andra akan dibawa ke KabupatenTual menggunakan kapal penyeberangan. Namun kondisinya drop dan sempat gagal pernapasan sehingga sangat berbahaya kalau menempuh perjalanan jauh.

Informasi itu juga meluas lewat berbagai media sosial ke rekan sejawat dokter lainnya. Gusti F. Mulyani, salah satu dokter di Surabaya dalam laman facebook menulis, sejak siang tadi, di WhatsApp (WA) sudah beredar informasi yang mengabarkan Dr Andra mengalami kondisi penurunan kesadaran. Hingga jam 18.00-an muncul informasi bahwa yang bersangkutan sudah meninggal. ‘’Indonesia berduka. Teman sejawat kami pergi dalam kedamaian,’’ tulis Dr Gusti F. Mulyani.

Dokter Ari Fahrial Syam malah mengatakan pada saat pembukaan Muktamar IDI Rabu pagi di Istana Wapres sudah beredar info lewat WA bahwa Dr Andra dalam keadaan kritis dan perlu bantuan evakuasi dari Dobo. ‘’Selamat jalan teman sejawat. Amal ibadah anda akan selalu dicatat Yang Maha Kuasa. Saya yakin kepergian Anda tidak menyurutkan dokter muda untuk berbakti di daerah terpencil,’’ ungkapnya.

Umumnya semua dokter menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam. Mereka juga meminta perhatian pemerintah agar dapat lebih memberi perhatian pada dokter, guru dan semua orang yang membantu memajukan daerah terpencil.

Dr Andra adalah satu dari 17 dokter muda lainnya yang tengah menjalani program internship di Kepulauan Aru selama satu tahun. Rencananya, alumni Fakultas Kedokteran Unhas itu beserta beberapa rekannya akan mulai bertugas di RSUD Cendrawasih Dobo pada 12 November setelah 5 bulan awal bertugas di puskesmas. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s