6 Realita yang Bikin Bangga Jadi Orang Ambon


ADA sebuah tulisan menarik dari Natalia Dewi tentang enam realitas yang bikin bangga menjadi orang Ambon. Tulisannya dipublish pada 15 November hari ini, di http://www.hipwee.com. Berikut ulasannya.

Sio nyong hitam,
giginya putih,
kalau tertawa manis sekali

Masih ada yang ingat penggalan lagu di atas berasal dari mana? Yep lagu daerah Ayo Mama itu asalnya memang dari Ambon, Ibukota Provinsi Maluku yang tak pernah berhenti memikat hati. Pasalnya, meskipun kebanyakan penduduknya berkulit gelap dengan postur tubuh yang relatif besar, hati mereka tetap bersih dan perangainya manis.

Seperti pepatah bilang, Orang Ambon parsis macang pohon sagu, tar bae di luar tapi barsi di dalang yang kurang lebih artinya Orang Ambon seperti pohon sagu, meskipun di luarnya tampak hitam dan menakutkan, tapi pohon sagu di dalamnya bersih seperti saripati sagu itu sendiri.

Salah satu kota yang terletak di timur Indonesia ini selalu menyimpan cerita unik. Kali ini, Hipwee akan mengulas beberapa hal menarik dari sio Ambon manise ini..

1. Ukulele, semacam gitar kecil yang dimainkan karakter Minion, ini waktu ke Indonesia singgahnya di Kepulauan Maluku terlebih dahulu…

Yang udah nonton film Minion pasti familiar banget dengan kata Ukulele. Yep, ukulele adalah sebutan untuk gitar kecil yang sering dimainkan oleh para minion lucu di film itu. Ukulele adalah alat musik petik sejenis gitar berukuran kecil, sekitar 20 inci, dan merupakan alat musik asli Hawaii yang ditemukan sekitar tahun 1879.

Di Indonesia sendiri, alat musik yang biasa disebut bayi gitar itu memang lebih sering kita temukan dalam pertunjukkan musik keroncong. Tapi ternyata kedatangan pertama Ukulele ini bukan di Pulau Jawa lho, melainkan di Kepulauan Maluku, kepulauan yang ibukotanya adalah Ambon. Alfonso dAlburqueque yang membawanya. Ia adalah pemimpin armada Portugis yang membawa Ukulele ke kepulauan Maluku untuk pertama kalinya.

2. Katong Samua Basudara adalah ajakan orang Ambon untuk terus memupuk semangat persaudaraan.

‘ale rasa, beta rasa..
‘potong di kuku rasa di daging

Ungkapan-ungkapan di atas berarti adanya keinginan untuk terus berusaha saling membantu. Apapun yang dialami oleh salah satu dari orang Ambon ini, yang lainnya juga akan ikut merasakan.

Hal ini didasari keterikatan dan ikatan emosional sebagai sesama orang Ambon, yang bahkan melebihi hubungan keluarga kandung. Karena pada dasarnya orang Ambon ini menghidupi falsafah katong samua basudara (kita semua bersaudara). Sekalipun secara biologis mereka tidak memiliki hubungan darah, tapi bagi orang Ambon menjaga persaudaraan tetap merupakan suatu amanah.

3. Senam Poco-Poco yang melodinya ceria ini asalnya dari lagu Maluku lho

Dari sekian banyak senam yang bisa bikin berkeringat, senam poco-poco ini salah satu yang paling bikin semangat. Senam ini ternyata asal gerakannya dari tarian poco-poco yang mulai popular sejak tahun 2000-an. Gerakannya terbilang mudah dan juga menyehatkan. Tak heran sewaktu diadaptasi menjadi gerakan senam, poco-poco ini lebih banyak diminati.

Yang lebih menarik lagi, senam ini berasal dari lagu yang juga berjudul ‘Poco-poco’, dan kebanyakan liriknya dalam Bahasa Ambon campur Manado. Lagu ini diciptakan oleh pencipta lagu asal Ambon yang bernama Arie Sapulette dan dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, Yopie Latul.

Gayanya yang khas, dan melodinya yang ceria membuat lagu Poco-poco ini semakin digemari menambah semangat saat berolah-raga kan ?

2 thoughts on “6 Realita yang Bikin Bangga Jadi Orang Ambon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s