8 Terdakwa Kasus Benjina Mulai Disidang


AMBON- Delapan terdakwa kasus tindak pidana penjualan orang (human trafficking) di PT Pusaka Benjina Resources (PBR) mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tual. Dari delapan terdakwa tersebut, lima di antaranya adalah warga negara asing.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Edy Toto Purba didampingi hakim anggota Farid Sopamena dan David Soolani. Agenda sidang adalah mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) yang terdiri dari Arief Fatchurohman, Aizit Latuconsina, Gerald Salhuteru, dan Junjungan P. Aritonang.

Tim JPU dalam berkas dakwaannya menjerat delapan terdakwa dengan Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana penjualan orang (TPPO) dan KUH Pidana.

Terdakwa Hemanwir Martino yang merupakan Pjs PT PBR Benjina didakwa melanggar pasal 2 ayat (2) juncto pasal 10 Undang-Undang TPPO juncto pasal 56 ayat (2) KUH Pidana sebagai dakwaan primair. Sedangkan dakwaan subsidair adalah pasal 2 ayat (1) Juncto pasal 10 UU TPPO juncto pasal 56 ayat (2) KUH Pidana, lebih subsidair pasal 3 juncto pasal 10 UU TPPO, juncto pasal 56 ayat (2) KUH Pidana.

Sama halnya dengan terdakwa Yopy Hanorsian, Mukhlis Ohoitenan yang merupakan staf QC PT PBR, Somchit Korraneesuk selaku Nahkoda Kapal Antasena 309, Yongyut Nitwongchaeron, Boonsom Jaika (nakoda KM. Antasena 311), Hatsaphon Phaetjakreng (nahkoda Kapal Antasena 141), Surachai Maneephong, serta Hatsaphon Phaethajreng didakwa dengan pasal yang sama.

“Para terdakwa berkewarganeraan asing ini merupakan nakhoda armada kapal penangkap ikan yang selama ini beroperasi di perairan Aru, dan pangkalannya di Pulau Benjina,” kata Kasie Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia di Ambon, Senin (16/11/2015).

Barang bukti yang dipakai JPU berdasarkan hasil penyitaan polisi diantaranya 49 Seaman Book Thailand, 24 Kartu Tanda Penduduk warga negara Myanmar, catatan Anak Buah Kapal yang disekap, gembok dan kunci tempat penyekapan, dan lima unit kapal diantaranya KM. Antasena 311, 141, 142, 309, dan Antasena 838.

Usai pembacaan berkas dakwaan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan para saksi. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s