Marseille, Kota Pertemuan Gaya dan Sejarah


Gubernur Maluku Said Assagaff dan rombongannya saat ini sedang mengunjungi Kota Marseille, Prancis, untuk menjalankan misi bisnis. Bagaimana sebenarnya Kota Marseille di Prancis dan daya tariknya untuk para wisatawan? Berikut rangkuman tulisan dari berbagai sumber;


MARSEILLE (marsey, red) adalah kota kedua di Prancis ditinjau dari sudut jumlah kepadatan penduduknya (900 ribu orang) setelah Paris dan kota ketiga terbesar setelah Lyon ditinjau dari segi luas wilayahnya. Letaknya di selatan Prancis menghadap laut Mediterranian dan sangat strategis untuk persinggahan kapal-kapal asing.

Konon Marseille dibangun kira-kira 600 tahun sebelum masehi oleh para pelaut asing terutama pedagang dari Spanyol, Portugis dan Italia yang pertama kali singgah di kota ini. Jadi, memasuki abad milenium ini, Marseille merayakan hari jadinya yang ke-2600.

Pendiri Marseille kala itu menyebutnya ‘Massilia’, artinya kota di pinggir laut. Banyaknya pedagang asing membuat terbentuknya bahasa unik di Marseille yang dipakai sampai sekarang. Bahasa ‘Provençal’ (provensal, red), sebenarnya merupakan gabungan antara logat dan dialek bahasa Spanyol, Itali dan bahasa Prancis. Di masa mendatang, selain unik, bahasa ‘Provençal’ juga memperkaya khasanah budaya dan peninggalan sejarah di Marseille.

MARSEILLEEEE 1Selain terkenal dengan kota pelabuhan, ciri khas lain dari Marseille adalah kota yang berdiri di atas bukit-bukit cadas, gedung-gedung moderen yang berdampingan dengan bangunan tua di hampir setiap sudut kotanya dan penduduknya yang sebagian besar adalah imigran dari Afrika Utara seperti Algeria, Maroko, Tunisia dan negara-negara di Afrika bekas jajahan Prancis. Saking uniknya kota ini, seorang musisi Prancis terinspirasi menciptakan lagu kebangsaan Prancis dengan judul ‘La Marseillaise’, yang artinya kurang lebih wanita dari Marseille.

Pemandangan pertama yang membawa kita dari airport internasional Marseille Provence adalah hamparan laut Mediterranian sejauh mata memandang, deburan ombak di pantai dan teriakan burung camar. Memasuki pusat kota, kita akan menemukan ‘Katedral St. Victor’, bangunan kuno peninggalan jaman Romawi abad IV masehi.

Dari Gereja St. Victor, kita menyusuri pinggir pantai menuju pusat kota. Aroma laut akan terus menemani kita hingga ke ‘Vieux Port’ ( Pelabuhan Tua, red ). Di sini, selain kita akan menemukan banyak kapal kecil milik penduduk di kampung nelayan, wisatawan juga dapat menyewanya. Atau apabila anda tidak punya cukup uang untuk menyewa sebuah kapal layar, anda bisa juga membeli karcis untuk naik kapal wisata dengan harga sekitar 10 euros per orang ke pulau kecil yang letaknya kira-kira 25 menit naik boat sewaan.

Di pulau ini, terletak Chateau d’If , bangunan kokoh abad VI yang juga merupakan peninggalan Bangsa Romawi. Chateau d’If dulunya adalah benteng pertahanan yang dipakai para perompak untuk menyimpan harta mereka. Selain itu chateau d’if terkenal dengan lagendanya “Monte Christo”. Kini, selain dijadikan museum benda-benda bersejarah, halaman chateau yang luas juga dipakai para wisatawan untuk berjemur apabila cuaca baik di musim panas.

marseille3

Dari kejauhan, kita juga akan dapat melihat simbol kota Marseille, ‘Notre Dame De La Garde’. Patung emas Bunda Maria ini terletak di atas puncak katedral Notre Dame De La Garde yang artinya Bunda Pelindung Kami, yang letaknya sendiri di atas bukit cadas. Kalau anda berwisata ke Marseille sempatkanlah berkunjung ke katedral ini, selain dapat melihat pemandangan indah dari atas bukit terutama pada malam hari, perjalanan anda juga dikatakan lengkap apabila anda sudah mengunjungi Notre Dame De La Garde.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s