Didemo, Relokasi Pedagang Pasar Lama Jalan Terus


AMBON- Para pedagang Pasar Nusaniwe terus melakukan aksi demo menolak relokasi ke pasar gotong royong. Namun, pemerintah Kota Ambon tetap bersikukuh merelokasi mereka karena kawasan pasar lama akan digunakan PT Pelindo untuk perluasan Pelabuhan Ambon.

Kamis (19/11/2015), demo yang dilakukan para pedagang di Pasar Nusaniwe (pasar lama), Kota Ambon, Kamis (19/11) di halaman Kantor Walikota Ambon berlangsung ricuh. Massa terpaksa dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga disekitar lokasi demo.

Pantauan di Balai Kota Ambon, awalnya demo yang dilakukan para pedagang dengan menggandeng mahasiswa IAIN Ambon berlangsung tertib dan aman. Datang dengan massa dan kendaraan truk mini, pedagang dan mahasiswa awalnya melakukan orasi di depan pagar balai kota.

Dalam aksinya, mereka menolak rencana relokasi pedagang Pasar Nusaniwe atau pasar lam ke pasar Gotong Royong yang tak jauh dari lokasi awal. Alasan mereka, pada lokasi itu, berdekatan dengan pasar modern milik Ambon Plaza.

Mendengar ada suara demo, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kemudian mengundang perwakilan pedagang dan perwakilan mahasiswa pendamping untuk melakukan dialog. Saat dialog berlangsung di lantai II balai kota, orasi tetap berlangsung di halaman depan.

Saat dialog hendak diakhiri, terdengar suara ribut di lokasi orasi. Ternyata, massa dan perwakilan mahasiswa yang tidak menghadiri dialog dengan walikota, sudah dibubarkan paksa oleh polisi dan anggota Satpol PP yang mengawal mereka.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, salah satu orator yang tampil bersemangat, ternyata tidak bisa mengontrol kata-kata saat aksi panggungnya. Ada kata yang keluar yang tidak pantas disampaikan dalam orasi tersebut.

”Akibat mengeluarkan kata yang menjurus menghina petugas, maka akhirnya petugas marah dan menghentikan orasinya. Akibatnya, kericuhan tidak bisa dihindari,” kata sumber tersebut.

Di lokasi demo, para pendemo lari kocar-kacir ketika hendak dibubarkan petugas, sebagian berlari secara normal, sebagian lagi terpaksa lompat pagar kantor walikota untuk menyelamatkan diri.

”Orator yang mengeluarkan kata tak baik itu sudah diamankan ke Polres Ambon untuk selanjutnya dilakukan interogasi,” ungkap salah satu aparat kepolisian di lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan kendaraan yang dipakai untuk berorasi pada kantor Polsek Sirimau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s