PLN Didesak Bangun Jaringan di Pulau Dullah Laut


AMBON- DPRD Kota Tual mendesak PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (MMU) membangun jaringan listrik di pulau Dullah Laut.

Desakan disampaikan saat tim DPRD Tual berkunjung dan menggelar rapat kerja dengan PT PLN MMU yang diwakili Manager SDM Dudung A, didampingi Manager Area Tual Awat Tahulaula.

Raker yang berlangsung di aula lantai V PT PLN Wilayah MMU, Kamis(19/11) mengangkat berbagai persoalan kelistrikan, termasuk pemadaman bergilir.

Namun dalam raker yang berlangsung kurang lebih tiga jam, hampir seluruh anggota DPRD Tual, membahas tentang sistim jaringan kelistrikan di pulau Dullah Laut.

Wakil Ketua DPRD Tual, Hasan R usai memimpin raker mengatakan, alasan pihaknya memperjuangkan listrik masuk ke pulau Dullah Laut, lantaran pulau tersebut memiliki potensi wisata namun masih terkendala dengan sistim kelistrikan yang belum ada, bahkan juga terdapat pulau lainnya yang menjadi andalan kota untuk dijadikan objek wisata.

Selain objek wisata, pulau-pulau yang belum teraliri listrik juga memiliki potensi perikanan, namun belum bisa berkembang lantaran tidak ada aliran listrik, meskipun masyarakat ada juga yang memiliki genset, tetapi tidak efesien dibandingkan menggunakan aliran listrik dari PLN.

“Kedatangan kami ke PLN dalam rangka raker, mendesak PLN untuk segera membangun jaringan kelistrikan khususnya di pulau Dullah Laut, sehingga pulau tersebut dengan sendirinya dapat mengembangankan potensi bisnis pariwisata dengan jumlah penduduk kurang lebih 3.000 orang,”ungkapnya.

Sementara menyangkut dengan kondisi pemadaman kata Hasan, pihaknya meminta kepada masyarakat khususnya kota Tual agar bisa mendukung program PLN dalam membantu pemangkasan pepohonan yang sering mengganggu sistim jaringan, sehingga sering terjadi ganguan akibat kondisi cuaca yang menyebakan dahan maupun ranting pohon yang patah.

“Pemadaman terjadi bukan hanya akibat persoalan gangguan mesin, tetapi sering diakibatkan factor alam,”tandasnya.

Menanggapi hal tersebut kata Manager Area Tual Awat Tahulaula ditempat yang sama menjelaskan, bahwa pemadaman bergilir diakibatkan terjadinya divisit daya kurang lebih 600 Killo Watt (KW) dari beban puncak awal sebesar 7.300 KW naik menjadi 8.000 KW.

Dimana kondisi beban puncak menjadi naik disekitar pukul 18.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT, akibatnya sering terjadi pemadaman bergilir namun itu berlangsung tidak terlalu lama.

“Defisit itu hanya berlangsung pada saat beban puncak dan itu hanya terjadi pada malam hari dan jika terjadi di siang hari itu ada perbaikan jaringan,”jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya saat sedang menambah satu unit mesin dari mesin sewa degan kapasitas daya sebesar 1.000 KW bahkan dalam waktu tidak lama juga ditambah lagi satu unit berkapasitas 2.000 KW.

Jika kedua mesin tersebut sudah masuk dalam sistim PLN maka tidak secara langsung kondisi kelistrikan di Kota Tual normal kembali lantaran terjadi surplus daya sebesar 2.500 KW sehingga pelaksanaan Natal dapat berjalan dengan lancar.

Sementara menyangkut dengan permintaan jaringan ke pulau Dullah Laut lanjut Manager Area bahwa, pihaknya akan menindak lanjuti permintaan tersebut, namun sebelumnya pihaknya terlebih dahulu akan melakukan surpey terhadap lokasi, sehingga jaringan yang digunakan bisa melintas bawa laut atau darat melalui antara pulau. (SM-10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s