Terdakwa Korupsi MTQ di Dobo Dituntut 1,5 Tahun


AMBON-Terdakwa kasus dugaan korupsi dana MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXIV yang berlangsung di Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, Elifas Leaua, dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sofian Saleh dihadapan majelis hakim, Halidja Wally SH didampingi hakim anggota RA Didi Ismiatun SH dan Edy Sepjangkaria SH pada persidangan di PN Tipikor Ambon, Selasa (17/11).

Dalam tuntutannya, JPU meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara kasus dugaan korupsi dana MTQ Aru tingkat provinsi tahun 2011 itu, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Terdakwa dituntut melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999.

“Menuntut agar majelas hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara kepada terdakwa Elifas Leaua,“ ucap Ajid.

Lebih lanjut dalam tuntutan tersebut, JPU juga meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 50 juta, subsider kurungan penjara selama tiga bulan. Terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp75 juta. dengan ketentuan, jika dalam waktu satu bulan setelah putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita. atau jika harta benda tidak cukup, akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu, uang sebesar Rp75 juta yang diserahkan terdakwa kepada penyidik, akan diperhitungkan sebagai uang pengganti kerugian negara. menurut JPU, hal-hal yang meringankan tuntutan terdakwa, yakni terdakwa tidak menikmati uang korupsi dari pelaksanaan kegiatan MTQ Aru tahun 2011 lalu.

Usai membacakan tuntutannya, majelis hakim kemudian memberikan kesempatan satu minggu kepada penasehat hukum terdakwa, Firel Sahetapy untuk mengajukan pembelaan.

Dalam kasus ini Elifas Leaua selaku bandahara umum kegiatan MTQ Aru tidak sendirian. Pasalnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka diantaranya, Wakil Bupati Aru Nonaktif almarhum Umar Djabumona, Ambo Walay, Henny Djabumona (istri almarhum Umar Djabumona), Jermina Larwuy; Reny Awal, pemilik Rumah Makan Prima Rasa Jefry Oersepuny.

Seluruh tersangka itu sudah menjalani proses sidang dan dinyatakan bersalah oleh hakim PN Tipikor Ambon maupun hakim MA. Sementara Para terdakwa lain, yakni mantan Kadis Pariwisata Kepulauan Aru, William Botmir masih menjalani sidang dengan agenda tuntutan. hanya saja, sidang tuntutan -Botmir sudah tertunda beberapa kali karena tuntutan belum rampung. (SM – 03)

One thought on “Terdakwa Korupsi MTQ di Dobo Dituntut 1,5 Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s