Tol Laut ke Tual Prioritas, Saumlaki-Dobo Menyusul


JAKARTA- Kota Tual, Saumlaki dan Dobo, masuk dalam rencana trayek yang diterbitkan Kementerian Perhubungan untuk mendukung program tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo. Hal ini dipastikan setelah Kementerian Perhubungan mengoperasikan 6 trayek angkutan laut berjadwal, akhir Oktober lalu. Tenggat waktu pengoperasian kapal adalah Januari 2016.

Keenam jaringan trayek tol laut tersebut antara lain:

  1. Tanjung Perak (Jawa Timur) – Tual (Maluku) – Fakfak (Papua Barat) – Kaimana (Papua) – Timika (Papua) – Kaimana – Fak-Fak – Tual – Tanjung Perak
  2. Tanjung Perak – Saumlaki (Maluku) – Dobo ­(Maluku) – Merauke (Papua) – Dobo – Saumlaki – Tanjung Perak
  3. Tanjung Perak – Reo (Nusa Tenggara Timur/NTT) – Maumere (NTT) – Lewoleba (NTT) – Rote (NTT) – Sabu (NTT) – Waingapu (NTT) – Sabu – Rote – Lewoleba – Maumere – Reo – Tajung Perak
  4. Tanjung Priok (DKI Jakarta) – Biak (Papua) – Serui (Papua) – Nabire (Papua) – Wasior (Papua Barat) – Manokwari (Papua Barat) – Wasior – Nabire – Serui – Biak – Tanjung Priok
  5. Tanjung Priok – Ternate (Maluku Utara) – Tobelo (Maluku Utara) – Babang (Maluku Utara) – Tobelo – Ternate – Tanjung Priok
  6. Tanjung Priok – Kijang (Kepulauan Riau) – Natuna (Kepulauan Riau) – Kijang – Tanjung Priok.

Untuk keenam trayek tersebut, Kemenhub akan membiayai operasional kapal pembawa barang yang berlayar secara terjadwal dengan melakukan subsidi Rp257.907.959.000. Trayek ini akan menghubungkan pelabuhan besar dan kecil di penjuru negeri dan PT Pelni (Persero) sudah ditunjuk sebagai sebagai operator. Pelni akan mengoperasikan 6 kapal barang untuk berlayar ke 6 rute.

Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro mengatakan pihaknya masih menunggu Kementerian Keuangan untuk mengucurkan dana penyertaan modal negara (PMN) tahun 2015 senilai Rp500 miliar untuk pembelian enam kapal tol laut.

“Kami masih menunggu, kalaupun belum diberi, kami akan bersinergi dengan perusahaan BUMN lainnya apakah bisa memberikan kapalnya untuk tol laut atau kalau tidak kami akan menyewa,” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Tol laut merupakan program nasional Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang ditatarbelakangi karena adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara wilayah barat dan timur.

Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Pulau Jawa mengakibatkan transportasi laut di Indonesia tidak efisien dan mahal karena tidak adanya muatan balik dari wilayah-wilayah yang pertumbuhan ekonominya rendah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Pada prinsipnya tot laut merupakan penyelenggaraan angkutan laut secara tetap dan teratur yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan hub disertai “feeder” (pengumpan) dan Sumatera hingga ke Papua dengan menggunakan kapal-kapal berukuran besar sehingga diperoleh manfaat ekonomisnya.

Karena keterbatasan waktu, untuk pengoperasian pertama dengan tiga kapal dan tiga ruas trayek dengan nilai subsidi sebesar Rp30 miliar.

Tiga trayek tersebut di antaranya:

  • Kode Trayek T-1 Tanjung Perak – Tual – Fak fak – Kaimana – Timika – Kaimana – Fak fak – Tual -Tg Perak (Doperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 32.
  • Kode Trayek T – 4 : Tg. Priok – Biak – Serui – Nabire -Wasior – Manokwari – Wasior- Nabire – Serui – Blak – Tg Priok Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga Ill – 22).
  • Kode Trayek T -6 : Tg. Priok – Kijang – Natuna – Kijang – Tg Priok. (Dioperasikan oleh KM. Caraka Jaya Niaga III – 4).  (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s