Sumber Dana Calon Bupati di Maluku Sulit Dilacak


JAKARTA- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Daniel Zuchron, mengungkapkan, tiga provinsi, yakni Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Riau termasuk dalam kategori provinsi dengan keterbukaan akses yang buruk. Padahal, beberapa kabupaten di tiga provinsi ini menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2015.

“Kita sulit melacak sumber dana kampanye pasangan calon di daerah-daerah yang menyelenggarakan pilkada di tiga provinsi ini karena keterbukaannya sangat buruk,” kata Daniel di Jakarta, Rabu (25/11), dilansir Berita Satu.

Menurut Daniel, Provinsi yang paling buruk keterbukaannya adalah Provinsi Maluku. Akibatnya, pengawas sulit melacak sumber dana yang terlarang di empat daerah yang menyelenggarakan pilkada di provinsi ini.

“Sumber dana yang terlarang yang diperoleh paslon di empat daerah di Provinsi Maluku, yakni Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Maluku Barat Daya sulit dipastikan oleh penyelenggara,” terang dia.

Sementara di Provinsi NTT, dari 9 daerah yang selenggarakan Pilkada, 6 daerah termasuk daerah yang keterbukaannya sangat buruk, yakni Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Sabu, Malaka dan Sumba Barat.

Di Provinsi Riau, kata Daniel, dari total 9 daerah yang selenggarakan pilkada, 5 daerah termasuk akses sangat buruk, yakni Siak, Bengkalis, Dumai Meranti dan Kandung.

“Keterbukaan ini sangat penting untuk memastikan tidak ada percukongan calon dan sumber dana yang dilarang,” pungkas Daniel. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s