Hasil Mubes Mama, Maluku Tuntut Keadilan Pembangunan


AMBON- Musyawarah Besar Masyarakat Maluku (Mubes Mama) yang dilaksanakan 25 – 26 November di Ambon, merekomendasikan tujuh point penting terkait nasib masyarakat di Provinsi Maluku.

Mulai dari tuntutan keadilan dalam pembangunan nasional hingga soal pengelolaan blok Masela menjadi point yang disepakati bersama dan dibacakan Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Adrian Huwae, Kamis malam (26/11/2015).

Terkat tuntutan keadilan dalam pembangunan nasional, Mubes Mama meminta agar pemerintah pusat bersama DPR dan DPD untuk sesegera mungkin merealisasikan Undang Undang Otonomi Khusus Provinsi Kepulauan paling lambat 2017.

Selain itu, juga menuntut agar pemerintah pusat mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh keterlibatan anak negeri Maluku di dalam penyelenggaraan kekuasaan negara pada semua bidang di pemerinthan pusat.

Sedangkan mengenai pengelolaan Blok Masela, agar dilaksanakan di darat agar rakyat Maluku dapat menikmati secara langsung hasil pembangunannya.

Pernyataan kehendak hasil Mubes Mama tersebut ditandatangani Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua DPRD Provinsi Maluku Edwin Adiran Huwae, Ketua Majelis Latupatti Provinsi Maluku Bonivaxsius Silooy, Ketua Panitia Pelaksana MUBES MAMA dr. A R Polanunu.

Selanjutnya juga ditandatangani pemerintah kabupaten/kota se Maluku, yakni Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Selain itu, perwakilan orang Maluku dari provinsi se-Indonesia, yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kep.Rau, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Papua Barat juga membubuthkan tandatangan.

Adapun hasil lengkap Pernyataan Kehendak yang dibacakan Edwin Huwae, sebagai berikut:

5 thoughts on “Hasil Mubes Mama, Maluku Tuntut Keadilan Pembangunan

  1. Bpk atau Ibu yg membaca ini, saya cmn mau bilang bahwa Maluku Tuntut Keadilan Pembangunan.. saran saya tidak bole ada pembangunan yang tinggi di maluku, contok klo banyak bangunan yg tinggi nya sampai 12 lantai, gedung tinggi salah satu membawa dampak panas di daerah itu dan pasti akan membawa dampak kekurangan air.. Perda harus kuat dan setiap pembangunann tinggi maksimal 5lantai saja.. contoh saja yg bangun hotel harus ada pergusuran rmh warga, jangan karena pemilik bangunan punya uang banyak terus mau berbuat sesuka dia. pembangun itu, cmn harus ada sekolah dan internet bagi masyarakat maluku.. coba pikirkan dampaknya. dangke

    Like

  2. Hello bung bung dengan katong pung usi usi di DPR. Menurut beta maluku seng perlu minta keadilan,karna Maluku tidak akan pernah dapat keadilan dari pusat.yang harus katong lakukan adalah katong kumpulkan katong pung anak2 yang terbaik dalam bidang pembangunan untuk membangun ,kalau katong butuh investor katong cari anak2 maluku yg punya potensi untuk mencari investor.maluku negri yang kaya, katong seng butuh dari daerah lain,saatnya maluku satu benar benar berjuang,sampe jua orang buat katong tapisa satu deng lain,sekarang waktu untuk bangun maluku.beta rasa ale rasa satu maluku seng ada dua.

    Like

  3. Basudara samua,yang beta harap dari Pemerintah juga katong pung wakil rakyat ini bukan tuntutan tapi saat yg katong tunggu janji yang blom lunas dari pendiri bangsa ini jadi akang pung inti hanya satu semua aspek pembangunan dimaluku itu intinya PRORAKYAT inga akang bae bae….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s