Didakwa Korupsi Pengadaan Kapal Ikan, 2 Kontraktor Disidang


AMBON- Dua terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengadaan sarana penangkapan ikan purse seine 15 GT, Suratno Ramly dan Benjamin Sutrahitu, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (30/11/2015).

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikoordinir Rolly Manampiring mendakwa perbuatan kedua terdakwa telah melanggar pasal 2 juncto pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana telah dirubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Dilansir Antara, dalam dakwaannya tim JPU menjelaskan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku pada tahun anggaran 2013 mendapatkan proyek pengadaan sarana penangkapan ikan purse seine 15 GT tahun anggaran 2013 senilai Rp700 juta.

Terdakwa Benjamin selaku Direktur CV, Sarana Usaha Bahari yang memenangkan proses lelang/tender proyek tersebut dan bekerjasama dengan terdakwa Suratno Ramly yang memiliki perusahaan fiber glass untuk membuat kapal ikan.

Menurut JPU, awalnya terdakwa Suratno menemui Benjamin dan mengatakan lima kapal ikan purse seine berukuran 15 GT tidak bisa dikerjakan di galangan kapal Jakarta karena mesinnya bisa rusak ketika dibawa kembali ke Pulau Ambon.

Namun pengerjaan kapal tersebut tidak sesuai yang ditentukan dalam kontrak dan banyak terdapat kekurangan, sehingga terjadi kerugian negara sebesar 499,4 juta sesuai hasil audit BPKP RI Perwakilan Provinsi Maluku pada tanggal 4 November 2015.

Atas dakwaan JPU, tim penasihat hukum terdakwa anthony Hatane menyatakan akan melakukan eksepsi.

Ketua majelis hakim tipikor, Alex Pasaribu, didampingi hakim Abadi dan Hery Leliantono kemudian menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembacaan eksepsi tim penasihat hukum terdakwa atas dakwaan tim JPU Kejati Maluku.

Kasus dugaan korupsi dana proyek pengadaan sarana penangkapan ikan purse seine ini selain melibatkan Benjamin dan Suratno sebagai terdakwa, juga melibatkan terdakwa lain. Mereka adalah mantan Kadis Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku, Bastian Mainassy, dan bawahannya, Adul Muthalib Latuconsina, serta Satum selaku direktur PT Satum Manunggal Abadi yang menangani pembuatan kapal ikan 30 GT. Dakwaan atas ketiga orang ini dibuat terpisah. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s