Bergurau Bawa Bom, Penumpang Tujuan Langgur Ditahan


AMBON- Hon Hendrik Russel (43), penumpang pesawat Wings Air IW-1504 tujuan Ambon-Langgur ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi atas candaannya membawa bom di pesawat, Kamis (3/12).

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Komaruz Zaman kepada Siwalima, di Mapolda Ma­luku Kamis (3/12) menjelaskan, Russel kini sudah diserahkan dan ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan.

Menurut Kapolres, tersangka dan tiga temannya diserahkan ke Polres Rabu (2/12) sore dan hingga Kamis (3/12) masih diperiksa.
“Sementara diperiksa dan ditahan di Polres. Tersangka dan tiga te­mannya. Namun untuk tiga teman­nya hanya sebagai saksi dan masih diperiksa juga secara intensif oleh penyidik Reskrim,” ungkapnya.

Menurut Kapolre tersangka sementara dijerat dengan pasal 479 KUHP tentang kejahatan penerbangan dan keja­hatan terhadap sarana/prasarana penerbangan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Tak hanya pasal 479, tersangka juga dijerat dengan Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan dari sisi bandara.

“Untuk sementara kasus bom itu kita jerat tersangka dengan pasal 479 KUHP dan Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan,” jelas Kapolres.

Namun ditanyakan soal hasil pemeriksaan, Kapolres belum mau menjelaskan karena masih dalam penyelidikan.

Sebelumnya, berniat untuk bercanda, Hon Hendrik Russel (43), penumpang pesawat Wings Air IW-1504 tujuan Ambon-Langgur akhirnya diamankan ke Pangkalan TNI AU Pattimura Ambon.

Warga Kebun Manggis RT 017/RW 003 Jakarta Timur ini menumpangi pesawat Wings Air dengan nomor seat 7A, hendak bertolak dari Bandara Internasional Pattimura Ambon dengan tujuan Langgur pukul 12.25 WIT.

Informasi yang dihimpun Siwalima, Rabu (2/12) terungkap awalnya pada pukul 12.25 WIT, para penumpang pesawat Wings Air diminta untuk memasuki pesawat. Sesampainya di pesawat Russel yang duduk di kursi nomor seat 7A membawa sebuah tas hitam. Salah seorang pramugari mengarahkan memindahkan tasnya sebab menghalangi jalan. Tapi pelaku dengan spontan mengatakan tas miliknya itu isinya bom.

Mendengar penjelasan pelaku, pramugari tersebut memberitahukan kepada pilot dan langsung menghubungi security bandara untuk menurunkan pelaku.

Sebanyak 65 orang diturunkan dan pesawat Wings Air IW-1504 juga ikut disteril. Kemudian pukul 14.45 WIT, satu regu jihandak Gegana Polda Maluku tiba di Bandara Pattimura guna melakukan sterilisasi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata tidak ditemukan bom. Tas yang disampaikan pelaku hanya berisikan pakaian dan asesoris. Pelaku mengaku hanya berniat untuk bercanda dengan pramugari dan tidak berinisiatif untuk meneror.

Usai sterilisasi sekitar pukul 15.00 WIT kemudian penum­pang kembali naik dan pada pukul 16.18 WIT pesawat Wings Air take off menuju Langgur dalam keadaan aman.

Sebelumnya, Kamis (26/11) lalu pukul 19.33 WIT, kejadian serupa juga terjadi di Bandara Pattimura. Saat itu penumpang pesawat bisnis nomor penerbangan ID 6179 tujuan Ambon-Jakarta membawa kardus. Pramugari mencoba bertanya isi dari barang tersebut, penumpang menyatakan barang tersebut adalah bom. Penumpang tersebut menyatakan soal bom sebanyak 3 kali. Lalu pramugari melapor ke pilot soal kejadian di kabin.

Pilot kemudian melapor ke pihak keamanan bandara yang adalah TNI AU dan menurunkan penumpang serta barang yang dianggap bom. Orang tua penumpang Nono Sampono yang juga anggota DPD asal Maluku menjamin barang bukan berisi bom. Tetapi pilot tetap memutuskan menurunkan penumpang dengan koordinasi keamanan bandara. (S-27)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s