Semiloka Mencari Tampilnya Tokoh Tanimbar


SAUMLAKI- Kegiatan Semiloka “Tanimbar Selatan Masa Dulu,Kini dan Nanti, Siapa Diutus” dilaksanakan pada Rabu, (9/12/2015) di gedung Kesenian Saumlaki.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala desa dan camat, se Tanimbar Selatan Lama (Wertamrian, Tansel, Wermaktian dan Selaru).

bupati mtb
Bupati Maluku Tenggara Barat menjadi keynote spekaer dalam Semiloka, Tanimbar Selatan Masa Dulu, Sekarang dan Nanti. Siapa diutus? di Saumlaki, Rabu (9/12/2015). FOTO oleh Ben Narahawarin

Hadir juga forum SKPD MTB, pimpinan TNI dan Sekda MTB Mathias Malaka. Kegiatan  dibuka dengan menghadirkan Bupati MTB Bito Temar sebagai keynote speaker, yg memberikan pemaparan tentang isu krisis ketokohan dan krisis kepengikutan.

Dalam dialog interaktif yang disiarkan langsung Radio Urryana Cordis itu, muncul berbagai persoalan dan pandangan dari berbagai pihak seperti Sekda MTB, Ketua DPRD MTB, tokoh agama, kaum perempuan, kalangan mahasiswa, dan lain sebagainya.

Bupati MTB mengatakan persoalan utama adalah masih adakah Orang Besar di Tanimbar? Yang dimaksud dgn orang besar disini adalah Orang Kay, Irlyan, Maken Silay, Itrandawan, Kus Met Met atau Duan Dawan saat ini.

Semiloka yang dipandu Benn Narahawarin dari Radio Urryana Cordis itu, dilaksanakan dengan latarbelakang pertimbangan bahwa pembangunan yang terjadi di MTB berbanding terbalik dengan kehadiran figur-figur dalam masyarakat yang memiliki kearifan lokal dan menjadi tokoh panutan.

Krisis ketokohan tersebut merupakan permasalahan yang sangat berpengaruh dalam membangun MTB baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang.

Fakta menunjukkan, saat ini, sudah jarang ditemukan adanya pertemuan internal antartokoh masyarakat untuk berdiskusi membicarakan hal-hal positif bagi negeri ini. Termasuk di dalamnya pemberian pembekalan kepada generasi muda mengenai kearifan lokal yang berlatarbelakang Tanimbar. (avp)

One thought on “Semiloka Mencari Tampilnya Tokoh Tanimbar

  1. Sudah sulit mendapatkan panutan yang punya kearifan lokal yang brakar tradisi dan budaya daerah karena perkembangan moderen telah banyak mengubah cara pandang dan prilaku putra daerah yang kurang mendalami dan memahami kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi serta adat yang dulu sangat mempengaruhi cara hidup.selanjutnya kurangnya minat dari putra daerah mau mengembangkan nilai-nilai budaya lokal dalam adaptasi dengan situasi dan kehidupan modern sehingga bisa mendapatkan tokoh panutan yang punya keteladanan kearifan lokal tetapi sekaligus berwawasan global.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s