Sisi Lain Tentang Ambon, 5 Fakta yang Perlu Diketahui


PESONA wisata Kota Ambon sudah tak perlu diragukan. Banyak wisatawan yang dibuat terkagum-kagum seusai berkunjung ke Kota Ambon.

Tetapi, ada juga sisi lain tentang Ambon yang mungkin perlu kita ketahui sebagai referensi jika ingin berkunjung ke Kota Ambon. Berikut 5 fakta unik tentang Ambon. 

1. Petunjuknya Kadara dan Kalao

Tak butuh waktu lama kalau pengen berkeliling kota Ambon. Pertama, karena tidak ada kemacetan seperti Jakarta atau kota besar lainnya. Kedua, karena jarak tempuh yang relatif pendek.

Di Ambon, tidak seperti daerah lain yang menggunakan petunjuk kompas, barat, timur, utara dan selatan. Umumnya, masyarakat di Ambon hanya ada dua petunjuk. Yaitu, kadara (menunjukkan arah ke daratan menuju gunung) dan kalao (menunjukkan arah menuju pantai). Atau juga seringkali menggunakan petujuk arah matahari naek (terbit) dan matahari turun (terbenam).

Satu hal lagi, kalau di Ambon lebih baik menghapal nama tempat atau kampung, ketimbang nama jalan. Biasanya orang Ambon akan cepat memberi jawaban kalau ditanya nama tempat, kampung, atau kawasan, ketimbang ditanya nama jalan.

2. Bahasanya Melayu Ambon

Hanya beberapa hari di Ambon, kita bisa dengan cepat memahami bahasa pergaulan karena menggunakan melayu Ambon. Kata beta, ose, ale, seng, merupakan hal yang biasa akan kita dengar. Selebihnya lebih banyak kosa kata bahasa Indonesia. 

Namun, kalau berhubungan dengan para pendatang, orang Ambon akan menggunakan bahasa Indonesia. Banyak orang Ambon juga bisa berbicara dengan logat Betawi, Jawa, Bugis, Manado, Medan dan lain sebagainya. Bahkan bahasa internasional seperti Belanda dan Inggris. Sebab, orang Ambon sudah terbiasa bepergian, baik bersekolah maupun berwisata di kota-kota lain di Indonesia, bahkan luar negeri.

Setiap musim liburan sekolah, hampir semua anak-anak sekolah di Ambon pergi berlibur ke luar Ambon. Mereka menjelajahi  berbagai kota di Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Ada cerita menarik. Dulu, jaman masih naik kapal laut menjadi trend, setiap liburan pasti banyak remaja Ambon “lari deng kapal” (menjadi penumpang gelap) dengan tujuan ke Surabaya atau Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Tidak hanya kapal penumpang yang jadi target, tetapi juga kapal-kapal barang yang singgah di Pelabuhan Ambon.

Usai berkelana dua minggu, atau sebulan, nanti mereka akan kembali lagi naik kapal sebagai penumpang resmi kembali ke kota Ambon untuk bersekolah seperti biasa. Jadi jangan kaget kalau banyak orang di Ambon tahu tentang daerah-daerah lain di Indonesia.

3. Budayanya Santun

Budaya orang Ambon sangat santun. Terhadap saudara yang lebih tua mereka akan memanggilnya dengan kata Bu (Bung) dan abang, untuk laki-laki. Sapaan Usi dan caca untuk perempuan. Juga ada sapaan lain yaitu kaka (kakak) yang berlaku untuk laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan untuk mereka yang lebih muda baik laki-laki maupun perempuan, orang Ambon akan menyapa dengan ade (adik), nyong (untuk laki-laki) dan nona (untuk perempuan).

Untuk orang tua, sapaan oom, tanta (tante), mama dan bapa. Sementara sapaan lebih formal, mereka biasanya menggunakan Ibu dan Bapa.
Nah, kalo sebaya, mereka akan menggunakan sapaan ale. Itu berlaku untuk laki-laki maupun perempuan. Dengan menggunakan sapaan ale ada rasa kedekatan atau keakraban.

4. Ngomongnya Blak-blakan

Orang Ambon memang unik. Mereka suka bersikap terus terang. Jika suka, mereka secara terus terang akan katakan suka. Jika tidak suka, mereka akan mengatakan tidak suka. Spontanitas sikap itu alamiah, tidak dilandasi interest pribadi.

Dalam hal berkomunikasi , orang Ambon lebih high context, bukan lower context. Tidak basa-basi dan sikapnya mudah dipahami.

Istilahnya kalau sedang kesal, mereka akan marah-marah. Tetapi setelah itu selesai. Kembali lagi ke titik normal, bercanda, dan menyanyi lagi. Jadi jangan kaget kalau lihat dua orang saling ngotot, tapi tetap duduk satu meja dan bercengkerama lagi.

5. Sukanya Kumpul-Kumpul

Nah ini tentang lelaki Ambon. Lelaki Ambon itu suka kumpul-kumpul dan bacarita (bercerita) tentang berbagai hal. Makanya jangan kaget kalau di saat hari kerja, banyak warung-warung kopi di Ambon dipenuhi orang. Semua urusan, hampir selalu dibahas di warung kopi. Jadi banyak juga sisi positifnya karena selain memperat pertemanan juga mencari solusi atas setiap masalah.

Hal sama juga akan kita saksikan bila pergi atau tinggal di wilayah-wilayah pemukiman warga Ambon. Di pos kamling, tapalang (tempat duduk di tempat umum) atau di tempat-tempat tertentu, pasti banyak laki-laki yang duduk bergerombol. Mereka suka bercerita apapun.

Bahkan tak jarang kalau malam hari mereka begadang bernyanyi-nyanyi dengan iringan gitar sambil jaga kampung. Makanya, orang-orang jakarta dan kota-kota besar yang ke ambon pasti bingung liat masyarakat ambon hanya memarkir kendaraannya di depan rumah, tanpa khawatir dicuri. Ya itu tadi, karena kekerabatan di masyarakat Ambon sangat tinggi. Mereka saling menjaga.  (penulis: Alda Vergouw, tinggal di Jakarta)

One thought on “Sisi Lain Tentang Ambon, 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s