Om Jo Leimena, Sosok yang Jujur dan Sederhana


Di Negeri Poka, Ambon, terdapat monumen Johannes Leimena atau akrab disapa Om Jo. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono meresmikan monumen tersebut pada 9 Juni 2012 lalu, setelah sebelumnya mengukuhkan Leimena sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku lewat Keputusan Presiden Nomor 052/TK/2010. Siapa Leimena? dan apa yang bisa kita teladani dari sosok kepahlawanannya? Berikut sekilas 6 hal menarik dari sosok Om Jo Leimena:

1. Tekad Kuat untuk Mengembangkan Diri

Johannes_LeimenaOm Jo lahir diAmbon pada 6 Maret 1905 dan meninggal di Jakarta pada 29 Maret 1977. Ayah dan ibunya adalah guru sekolah.

Menurut cerita anak keenamnya, Vivekananda Leimena, ketika hendak merantau ke Jakarta, keluarga selalu menentang Leimena yang masih tergolong anak-anak untuk pergi.

Sampai suatu waktu ada anggota keluarga yang hendak berangkat dari Ambon ke Jakarta, Om Jo mengantar sampai pelabuhan. Begitu mesin kapal dinyalakan, dia pun berlari dan naik ke kapal. Sejak itulah perjalanan dan perjuangan hidupnya dimulai.

2. Menjadi Dokter dan Merumuskan Lahirnya Puskesmas

leimena keluarga
Syukuran bersama keluarga sesudah menerima gelar Doctor in de Geneeskunde pada tanggal 17 November 1939. Dari kiri ke kanan: J. Lawalata, Karah/anak, Dr. J. Leimena, Ibu Tjitjih Wiyarsih Leimena, Sin Lawalata, Lies Lawalata. (http://www.leimena.org)

Setelah menempuh pendidikan kedokterannya di STOVIA (1930), ia melanjutkan pendidikan di Geneeskunde Hogeschool (GHS – Sekolah Tinggi Kedokteran) di Jakarta yang diselesaikannya pada tahun 1939.

Sebagai dokter, Om Jo pernah bertugas di beberapa rumah sakit. Mula-mula di Centrale Burgelijke Ziekeninrichting (CBZ; sekarang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) di Jakarta. Selanjutnya di Rumah Sakit Immanuel Bandung, dan menjadi Direktur di Rumah Sakit Bayu Asih di Purwakarta.

Dia juga pernah bertugas di rumah sakit di Tangerang, tempat dimana dia bertemu dengan Bung Karno dan berlanjut menjadi sahabat.

Salah satu karya Almarhum dalam bidang Kesehatan adalah “Bandung Plan” tahun 1951 yang ditingkatkan tahun 1954 dan dikenal sebagai “Leimena Plan”. Bandung Plan merupakan cikal bakal dari Puskesmas yang kita kenal sekarang.

3. Aktif Berorganisasi

leimena sumpah pemuda
Sebagian peserta Kongres Pemuda II (Oktober 1928) berfoto di halaman gedung Indonesische Clubgebouw (sekarang Gedung Sumpah Pemuda) di Jakarta. Dr. J. Leimena menjadi sekretaris dalam kongres yang menghasilkan Sumpah Pemuda yang terkenal itu. (http://www.leimena.org)

Keprihatinan Om Jo Leimena atas kurangnya kepedulian sosial umat Kristen terhadap nasib bangsa, merupakan hal utama yang mendorong niatnya untuk aktif pada “Gerakan Oikumene”.

Pada tahun 1926, dia ditugaskan untuk mempersiapkan Konferensi Pemuda Kristen di Bandung. Konferensi ini adalah perwujudan pertama Organisasi Oikumene di kalangan pemuda Kristen.

Setelah lulus studi kedokteran STOVIA, Leimena terus mengikuti perkembangan CSV yang didirikannya saat ia duduk pada tahun ke-4 di bangku kuliah. CSV merupakan cikal bakal berdirinya GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) tahun 1950.

Sebagai wakil dari Jong Ambon, Leimena muda (23 tahun) hadir dalam Kongres Pemoeda II di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 yang di dalamnya kemudian dirumuskan teks Sumpah Pemuda yang terkenal itu.

4. Selama 21 Tahun Jadi Menteri, 7 Kali Penjabat Presiden RI

leimena 5
Saat menjadi inspektur upacara HUT ABRI dalam kapasitas sebagai Penjabat Presiden RI

Sebagai seorang negarawan Om Jo duduk dalam pemerintahan, memegang berbagai jabatan. Di antaranya yang paling lama ialah menduduki jabatan Menteri Kesehatan RI yaitu selama delapan kali masa jabatan dan tujuh kali menjadi pejabat Presiden RI.

Dialah satu-satunya orang yang berhasil jadi menteri selama 21 tahun berturut-turut. Hebatnya lagi, dalam 18 kabinet yang berbeda pula. Bahkan Om Jo pernah sampai tujuh kali memegang fungsi Pejabat Presiden RI.

5. Sosok yang Jujur

Apa yang membuat Leimena dipercaya baik oleh kalangan Nasionalis, Islam, dan Komunis? Berbagai nara sumber menyebut karakter Leimena yang menonjol, yaitu sederhana, jujur, dan tenang.

Roeslan Abdulgani, mantan wakil perdana menteri menulis, “Mengenang Dr.Leimena atau Om Jo adalah mengenang seorang pribadi sederhana. Sederhana dalam cara berpikirnya dan sederhana dalam cara hidupnya. Sederhana tidak dalam arti dangkal tapi secara mendalam. Lurus dan tidak berliku-liku. Wajar seadanya dan tidak dibuat-buat”.

Presiden Soekarno pernah berkata Siapa orang paling jujur menurut Bung Karno? Jawabnya: Johannes Leimena! Ini yang dikatakan Bung Karno, “Ambillah misalnya Leimena…saat bertemu dengannya aku merasakan rangsangan indra keenam, dan bila gelombang intuisi dari hati nurani yang begitu keras seperti itu menguasai diriku, aku tidak pernah salah. Aku merasakan dia adalah seorang yang paling jujur yang pernah kutemui.”

6. Cinta Keluarga dan Apa Adanya

leimena keluarga2
Berfoto bersama keluarga. 

Leimena adalah sosok yang sangat sederhana dan mencintai keluarga. Begitu pulang ke rumah dia langsung mengganti pakaiannya dengan sarung dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Salah satu mantan aktivis GMKI, Inget Sembiring bercerita ketika menjadi pengurus pusat di GMKI, suatu hari di tahun 1965 ketika prahara G30 September terjadi pengurus pusat datang ke rumah Pak Leiman untuk berdiskusi dan silaturahmi. Beliau dan teman-teman sengaja tidak sarapan dari rumah karena membayangkan ”sarapan besar” di rumah Om Jo.

Namun, tiba disana mereka disambut di ruang makan dan disuguhkan singkong rebus. Inget Sembiring mengenang itulah kesederhanaan seorang Om Jo, sederhana dalam kata dan juga laku sehari-hari.
(petra joshua/berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s