Chintya dan Heygel Tengens, yang Membanggakan Orang Maluku


CHINTYA Tengens Kastanya sedang populer di kalangan anak muda, termasuk di Maluku. Host Jejak Petualang, di salah satu TV swasta itu kini menjelma sebagai salah satu sumber inspirasi bagi anak-anak muda.
Apalagi dia tercatat sebagai perempuan Maluku pertama yang pernah menaklukkan puncak Cartenz, di Papua.

Tak salah, kehadirannya di Kota Ambon, kota kelahirannya, ditunggu banyak anak muda kreatif. Salah satunya, oleh anak-anak Maluku yang tergabung dalam Komunitas Ambon Bergerak yang mengagendakan “sharing sore” dengan Chintya pada 18 Desember lalu.

chintya tengens
Salah satu aktivitas Chintya Tengens Kastanya saat mendaki gunung.

Chintya memang, patut diidolakan. Dia merupakan salah satu tipikal anak Maluku yang mau mengembangkan diri di kancah nasional.

Tak hanya puncak Cartensz saja yang dia taklukkan, tapi juga sudah menjelajahi ketinggian Gunung Tambora (NTB), Gunung Bromo (Jawa Timur), Gunung Kinatibu (Maluku Utara), Gunung Ciparay (Jawa Barat) hingga Gunung Tidar (Jawa Tengah).

Alumnus SMA Negeri 1 Ambon ini, merupakan putri bungsu dari pasangan Heygel Tangens dan Hilda Kastanya. Dia melanjutkan studi perguruan tinggi di London School Public Realtion (LSPR) di Jakarta. 

Sebagai orang yang lahir dan tumbuh dewasa di Maluku, bicara tentang Chintya, Saya tak mungkin tidak bicara tentang bapaknya, Heygel Tengens (biasa disapa Hagel). Di kalangan masyarakat Maluku, ayah Chintya ini, sangat populer, terlebih di komunitas sepakbola maupun pencak silat.

Kalau saja pemain-pemain sepakbola asal Tulehu baik yang masih aktif bermain di sejumlah klub bola di tanah air, atau yang sudah pensiun bisa menulis, maka sudah pasti nama Heygel Tengens akan selalu disebut dengan tinta emas. Begitu juga dengan atlit-atlit silat Maluku.

Heygel ini, sejak dulu, sudah menjadi “orang tua angkat” bagi sebagian besar para pesepakbola asal Tulehu.

Dulu, sekitar pertengahan tahun 1990-an, di toko emas miliknya Gajah Mas, di Jalan AY Patty, pasti mudah ditemui anak-anak Tulehu yang baru saja selesai latihan sepak bola.

Mereka sudah menjadikan toko dan rumah Heygel itu ibarat rumahnya sendiri. Yang saya ingat salah satunya adalah Rahel Tuasalamony, pemain Persebaya, Surabaya.

1935383_156827918012420_2618613860010315873_n(1)
Heygel Tengens

Pria yang tumbuh dan berkembang di Waihaong, Ambon ini, terkenal sangat pemurah dan tegas. Pemurah, karena dia, tidak pelit untuk sekedar memberikan ongkos mobil ke Tulehu bagi anak-anak asuhnya itu.

Tegas, karena dia seperti orang Ambon layaknya, tak segan memarahi anak-anak asuhnya dengan lantang.

Selain pengusaha, Heygel memang dikenal sebagai pencinta olahraga. Dulu, saat masih muda, dia jagoan main basket sebagai pemain Bintang Timur. Pada saat bersamaan dia juga adalah kiper di klub sepakbola Bintang Timur dan terpilih sebagai kiper tetap di PSA Ambon selama beberapa waktu.

Setelah tak lagi aktif bermain sepakbola, Heygel kemudian mendedikasikan dirinya sebagai  pelatih dan manager Tim Pelajar Maluku. Dia pernah memboyong anak-anak asuhnya bertanding di Arafura Youth Games, Manado, 1994.

Tak hanya sepak bola yang dia geluti. Heygel juga akrab dengan olahrga pencak silat bahkan menjadi atlit silat dan Ketum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku. Keterlibatan di olahraga pencak silat tak lepas dari pengaruh rekan-rekan masa kecil di Waihaong yang memang gudangnya atlit dan pelatih silat di Maluku. Salah satunya yang saya ingat adalah Abang Uceng.

Point dari tulisan pendek ini, adalah ibarat pepatah like father like daughter. Heygel Tengens, pernah berbuat dan selalu melakukan hal-hal terbaik untuk anak-anak Maluku sesuai dengan hobi dan bakatnya. Sekarang anak perempuannya Chintya Tengens menjelma sebagai inspirator anak-anak muda Maluku, bahkan Indonesia.

Kemampuan Chintya yang menaklukkan puncak gunung tertinggi di Indonesia dan laporan petualangannya dari berbagai wilayah Indonesia memberi inspirasi bagi anak-anak muda untuk terus berkarya.

Terima kasih Om Heygel Tengens dan Chintya. Kami anak Maluku bangga dengan apa yang sudah kalian lakukan selama ini.  (aldo jeremi/tinggal di Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s