Batalyon Paliyama, Cikal Bakal Lahirnya Yonif 731/Kabaresi


KEBERADAAN Batalyon Infanteri 731/Kabaresi cukup menarik. Bermarkas di Pulau Seram, dan menyandang nama kabaresi, membuat batalyon ini memiliki proximity dengan budaya orang Maluku. Dan rupanya, kelahiran batalyon 731/Kabaresi, memang tak lepas dari kepepimpinan putra Maluku Kapten Inf Paliyama. Berikut kisahnya:

Yonif 731/Kabaresi berdiri pada 1 Juni 1950, saat pemerintah Indonesia tengah disibukkan dengan urusan diplomasi dan pembentukan organ-organ pemerintahan.

Cikal bakal Kabaresi terbentuk dari penggabungan tentara pejuang yang tergabung dalam Batalyon Paliyama dipimpin Kapten Inf Paliyama dan satuan-satuan eks KNIL yang terdiri dari putera-putera bangsa yang telah sadar akan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pembentukan batalyon ini dilakukan tidak sekaligus, tetapi bertahap. Penggabungan pertama dimulai dari Kompi IV yang masuk menjadi APRIS dipimpin Letda Inf Salim.

Kemudian disusul oleh Kompi Markas dipimpin Letda Inf Y. Washinton yang berlokasi di Singkawang dan Sopeng, Kompi I dipimpin Lettu Inf Suwarno berlokasi di Bantaeng Sulawesi Selatan, Kompi II dipimpin Lettu Inf O. Kombang berlokasi di Masamba, Sulawesi Selatan, Kompi III dipimpin Lettu Inf H. Sumigar berlokasi di Rantepao, dan Kompi V dipimpin Letda Inf Lotulong berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dengan adanya gabungan dari kompi-kompi pasukan eks KNIL tersebut, maka lengkaplah terbentuk Batalyon Paliyama dipimpin Kapten Inf Paliyama.

Pembentukan Bataliyon Paliyama diresmikan Panglima Teritorium Indonesia Bagian Timur pada 1 Juni 1950, yang akhirnya ditetapkan sebagai hari lahirnya Batalyon 731/Kabaresi sampai saat ini. Ketika itu, Batalyon Paliyama masih berlokasi di Watampone (Sulawesi Selatan).

Seiring perkembangan dan kebutuhan negara, Batalyon Paliyama mengalami sejumlah perubahan. Pada 27 Juli 1950, Batalyon Paliyama berubah nama menjadi Batalyon 704 dan pada 1 Februari 1952 beralih lokasi ke Maluku. Saat itu Kapten Inf Paliyama masih menjabat sebagai Komandan Batalyon.

Pembagian kompi pun dibagi dalam lingkup tugas wilayah Maluku. Kompi Markas Batalyon berada di Ambon, Kompi I berada di Batu Merah Ambon, Kompi II berada di Batu Merah Ambon, Kompi III berada di Batu Merah Ambon, Kompi IV berada di Ambon, Kompi V berada di Tanah Tinggi Ambon.

Masih pada saat kepemimpinan Kapten Inf Paliyama, pada 1 Desember 1954 Batalyon 704 dirubah lagi namanya menjadi Batalyon 713/ROI. Tahun 1956, setelah memegang tongkat komandan sejak 1950, Kapten Inf Paliyama diganti dengan Kapten Inf Dominggus yang menjabat hingga 1958.

Sayangnya, tak ada catatan sejarah yang menyebut, nama Kabaresi yang melekat pada Yonif 731 ini dinamakan oleh siapa. Namun, menilik sejarah terbentuknya batalyon ini, bukan tidak mungkin nama tersebut dipengaruhi oleh kepemimpinan Kapten Inf Paliyama. Begitu juga dengan semboyan “Pele Putus Malintang Patah” yang menjadi lambang keberanian prajurit Yonif 731/Kabaresi.

Selanjutnya di masa kepemimpinan Kapten Inf Kawenian (1958 – 1963), tepatnya pada 1 Juli 1961, Batalyon &13/ROI beralih nama menjadi Batalyon Infanteri 151 dan masuk bagian dari Kodam XV/Pattimura. Lokasi Markas Batalyon berada di Ambon. Sementara Kompi I berada di Saparua, Kompi II berada di Piru, Kompi III berada di Ternate, Kompi IV berada di Tulehu, Kompi V berada di Piru.

Perubahan terus berlanjut. Pada 28 April 1965 saat Kapten Inf Supriyo menjabat Komandan Batalyon, nama Batalyon 151 beralih nama menjadi Batalyon 731/BS bagian dari Kodam XV/Pattimura dengan lokasi Markas Batalyon di Waipo. Sedangkan Kompi Senapan A berada di Namlea, Kompi Senapan B berada di Piru, Kompi Senapan C berada di Waipo, Kompi Bantuan berada di Waipo.

Pada 28-29 November 1982 dilakukan pergeseran pasukan Kipan B dari Piru ke Waipo termasuk keluarga dan material. Namun, belakangan, pasukan Yonif 731/Kabaresi Kipan D digeser ke Namrole dan Personel Kipan E ke Bula. Dengan demikian, pasukan batalyon 731/Kabaresi saat ini tersebar di Waipo, Namlea, Namrole, dan Bula.

Dalam sejarah perjalanannya, Kabaresi sudah dipimpin 32 komandan batalyon, termasuk oleh Letkol Inf Gatot Nurmantyo (saat ini berpangkat Jenderal TNI dan menjabat Panglima TNI). Dia menjadi pimpinan Kabaresi pada tahun 1995 hingga 1997 dan sempat memimpin langsung pasukannya saat penugasan ke Papua. (petra josua hetharia)

Sumber referensi:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Batalyon_Infanteri_731#Sejarah

2. https://yonif731kabaresi.wordpress.com/sejarah-satuan/

3. https://kabaresimasohi.wordpress.com/sejarah-satuan-2/daftar-nama-pejabat-komandan-yonif-731kabaresi/

One thought on “Batalyon Paliyama, Cikal Bakal Lahirnya Yonif 731/Kabaresi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s