Penganiayaan AKBP Martin, Satu Oknum Bintara Polisi Ditahan


KAKAK kandung Rivano Haliwela, yakni Brigadir Pol Harvin Haliwela saat ini sudah ditahan aparat Polres Pulau Ambon untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait penganiayaan yang menewaskan AKBP Martin Mairuhu, Minggu malam (3/1/2016) lalu.

Pada saat yang sama, bendera merah putih dikibarkan setengah tiang di halaman Kantor Polda Maluku, Selasa (5/1/2015).

Kasubag Humas Polres Pulau Ambon AKP Meity Jacobus, Selasa (5/1/2016), menjelaskan Brigadir Harvin Haliwela, anggota Yanmas Polda Maluku ditahan bersama adiknya Rivano Haliwela untuk kepentingan pengembangan pemeriksaan karena dia berada di lokasi kejadian. “Statusnya masih saksi,” ujarnya.

polisi korban
AKBP Martin Mairuhu, meninggal dunia akibat penganiayaan di Suli, Maluku Tengah, Minggu (3/1/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, Website Humas Polri telah merilis kronologi kejadian yang didasarkan penjelasan Kasubbid PID Humas Polda Maluku Kompol Johan Picauly.SH.

Baca juga: Warga yang Ditempeleng AKBP Martin Mengaku sebagai Pelaku Penganiayaan

Dalam rilis tersebut, dijelaskan bahwa Rivano Haliwela sudah mengaku kepada penyidik bahwa dirinya yang melakukan tindakan penganiayaan dengan menggunakan parang terhadap AKBP Martin Mairuhu.

Perwira polisi yang menjabat sebagai Ka SPKT Polda Maluku itu akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, jajaran Polda Maluku mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di halaman Kantor Polda Maluku, Selasa (5/1/2016). Pengibaran bendera merah putih setengah tiang ini dilakukan menyusul meninggalnya AKBP Martin Mairuhu akibat penganiayaan.

Pejabat Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Soleman Waliulu mengatakan pemasangan bendera setengah tiang di kantor Polda Maluku itu sebagai bentuk belasungkawa atas wafatnya AKBP Martin. (avp)

6 thoughts on “Penganiayaan AKBP Martin, Satu Oknum Bintara Polisi Ditahan

  1. Tangkap dan adili saja apalagi anggota polisi yang membela adiknya…dia polisi masyarakat atau polisi keluarga…pecat anggota itu

    Like

  2. Kamu ada bukti smpi bicara kya gitu bodokk ee,kmu mau pecat siapa jgn smpi kamu yg di pecat,ada hukum.
    Tuhan b,rktti kalian dng komen”kalian.

    Like

  3. Proses pidana umum aja klo memang mengarah ke pidana, spya tobat, pimpinan sandiri aja dia bsa biking apa lagi orng laeng (msy biasa) lalu klo bsa pecat ya pecat aja spya bsa tau dri bahwa polisi itu tgs & tnggung jwbnya itu apa. Polisi bukan preman ok

    Like

  4. yg blg bodok itu goblok adiknya bodok ya polisi itu punya negara dan msy bkn keluarga jd baiknya harus dipecat karena masih bnyk org baik yg mau jd polisi

    Like

  5. Coba di cek kembali informasi yang anda2 peroleh !!! Karna Berdasarkan informasi yang kami peroleh berdasarkan media di Maluku, maupun hasil penyelidikan yang di ekspose, sangat jauh berbeda dengan apa yang anda2 ketahui & persepsikan . Mohon untuk di cek & di amati secara baik…!!! karna informasi yang kalian sampaikan melalui media sosial ini, sangat jauh berbeda dengan apa yang kami ketahui melalui media berdasar hasil penyelidikan yang di ekspose oleh Humas Polres Ambon & Pulau2 Lease..!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s