Warga yang Ditempeleng AKBP Martin Mengaku sebagai Pelaku Penganiayaan


RIVANO Haliwela, salah satu warga Negeri Suli yang ditempeleng almarhum AKBP Martin Mairuhu telah memberi pengakuan sebagai pelaku penganiayaan di depan penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Website Humas Polri telah merilis kronologi kejadian yang didasarkan penjelasan Kasubbid PID Humas Polda Maluku Kompol Johan Picauly.SH. Dalam rilis tersebut, dijelaskan AKBP Martin Mairuhu yang menjabat Ka SPKT Polda Maluku, pada saat kejadian tengah menghadiri acara perayaan HUT kakak perempuan almarhum di Negeri Suli.

Saat acara ulang tahun berlangsung, Rivano Haliwena yang mengendarai sepeda motor menancap gas di depan rumah. Bukan sekali, tapi berkali-kali dan bolak balik sehingga mengganggu jalanya acara perayaan HUT kakak almarhum.

AKBP Martin Mairuhu kemudian keluar rumah dan menegur Rivano Haliwena. Tetapi teguran almarhum tidak ditanggapi bahkan terjadi adu mulut. Melihat situasi tersebut, masyarakat sempat menegur Rivano dan mengingatkan bahwa AKBP Martin Mairuhu adalah seorang polisi. Saat itu, almarhum sempat menempeleng Rivano Haliwela sebagai pelajaran karena sama-sama tinggal di Negeri Suli.

Rupanya, Rivano kembali ke rumah dan melaporkan kejadian ke kakaknya yang juga anggota Polisi bertugas di Yanma Polda Maluku Brigpol Harvin Haliwela. Sang kakak kemudian menemui almarhum, namun tidak sendiri karena disusuli massa yang berdatangan di rumah tempat perayaan HUT kakak perempuan almarhum.

Di situ, kemudian terjadi adu mulut antara almarhum dengan Brigpol Harvin Haliwela, sehingga massa tidak bisa di kendalikan. Akibatnya rumah dari kakak almarhum tidak luput dari pelemparan batu, sedangkan almarhum berusaha melerai massa yang anarkis sebelah kiri rumah, sedangkan saksi (Albert M.F Baker) yang adalah seorang Pendeta berusaha melerai massa sebelah kanan rumah kakak perempuan almarhum.

Di tengah situasi yang ricuh, almarhum ditebas dengan benda tajam (sebilah parang ) di bagian kepala belakang yang mengakibatkan almarhum terjatuh. Keluarga almarhum sempat melakukan pertolongan dengan membawanya ke Rumah Sakit Umum Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun dalam perjalanan almarhum menghembuskan napas terakhir. Kasus ini sementara di tangani Polres Pulau Ambon guna mengungkap motif dan pelaku. Selama dalam penyelidikan reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease akhirnya Rivano Haliwela mengakui dihadapan penyidik bahwa dialah yang melakukan pembunuhan itu dengan menggunakan sebilah parang. (avp)​

One thought on “Warga yang Ditempeleng AKBP Martin Mengaku sebagai Pelaku Penganiayaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s