Rivano Tersangka, AKBP Martin Perwira Polisi Pertama Korban Aniaya


SETELAH melalui pemeriksaan intensif, Rivano Haliwela, warga Suli, Maluku Tengah, yang menganiaya AKBP Martin Mairuhu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kakaknya, Brigadir Pol Harvin Haliwela tetap ditahan walau masih berstatus saksi.

Seusai pemakaman AKBP Martin, Selasa (5/1/2015), Penjabat Kabid Humas Polda Maluku AKBP Soleman Waliulu, mengatakan berdasarkan bukti-bukti yang ada, Rivano sudah memenuhi unsur menjadi tersangka penganiayaan yang mengakibatkan kematian AKBP Martin.

Kendati begitu, penyidik masih terus melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa 12 saksi, termasuk juga memeriksa kakak Rivano, Harvin Haliwela yang adalah bintara polisi berpangkat Brigadir.

Brigadir Harvin Haliwela tampaknya tetap akan terjerat hukum, kendati dia tidak melakukan penganiayaan secara langsung kepada AKBP Martin. Yang sudah pasti dia bisa terkena hukuman di internal Polri, bahkan bukan tidak mungkin terancam pidana karena AKBP Martin adalah atasannya di Polda Maluku.

Waliulu sendiri menyatakan penyesalan atas ulah Brigadir Harvin Haliwela, karena selaku polisi seharusnya dia bisa mencegah kejadian tersebut dan melaporkan sesegera mungkin ke polisi yang bertugas. Apalagi sang adik sempat pulang ke rumah mengambil parang dan balik lagi dengan sejumlah orang ke tempat kejadian perkara.

Seperti diberitakan sebelumnya, AKBP Martin Mairuhu meninggal dunia akibat penganiayaan menggunakan parang oleh Rivano Haliwela, di Suli, Maluku Tengah pada 3 Januari 2016 lalu.

Kematian AKBP Martin Mairuhu mencatatkan sejarah kelam sebagai satu-satunya perwira polisi dengan pangkat paling tinggi yang pernah meninggal akibat kasus penganiayaan di Maluku.

Sebelumnya, polisi yang juga menjadi korban kasus penganiayaan di Maluku berpangkat bintara. Mereka adalah Ajudan Inspektur Satu (Aiptu) Christian Jermias (2015) dan Aiptu Paulus Lekatompessy (2014), dan anggota Brimob Bripda Faisal Lestaluhu (2015).

Aiptu Lekatompessy meninggal setelah menjadi korban penganiayaan di kawasan Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, pada 29 September 2014. Sedangkan Aiptu Christian Jermias meninggal setelah mengalami penganiayaan di atas KM Sabuk 48 dan mayatnya dibuang ke laut pada 18 Desember 2015 lalu. Sementara Bripda Faisal Lestaluhu meninggal saat bentrok warga Mamala dan Morela 19 Juni 2015 lalu. (avp)

12 thoughts on “Rivano Tersangka, AKBP Martin Perwira Polisi Pertama Korban Aniaya

  1. Adooo rivano.eeee mau biking diri jago par sapa bung.eeee zaman ini zg ada model” itu lai…ingatang itu manusia yg meninggal bukang RW bung…!!! Sampe dalam penjara dapa pukul sampe binau..!!!Ale kk jua memang goblok lai…

    Like

  2. Sebgai Aparat..!!! Kau Bukan APARAT BAGI KELUARGAMU BUNG,,, APARAT NEGARA RI INGAT ITU!!! Klau D DIDIK CUMA TAUNYA MAKAN DN TIDUR yaa….. Bgitu,, orng bilang OTAK TRAMAENG……..!

    Like

  3. kaka adik kasihan bangat ,jaman sekarang masih aja bikin diri jagooo..
    kasihan deeh..klau mau bikin diri jago tu di jakarta biar punya nama,…!!jgn jago kampong!!!malu tau…maso dlm penjara la dong pukul sampe binau skali.

    Like

    1. Woeee anjingee ada bukti smpe komen gitu,ktg bukan turunan pembunuh,c zg gila to,c yg yg nti kenal karma,ktg sudara tdk bersalah.Tuhan berkati kamorang dng komen”.

      Like

  4. Sedih dengan kejadian ini. Th baru seharusnya terima berkat baru..bukan hal seperti ini.
    Turut berduka cita dengan kejadian ini…hanya TUHAN hakim yg adil. Tabur tuai pasti berlaku. Jangan ada dendam jangan ada pembenaran diri. Semua hanya Tuhan yg tau.
    Tidak ada maksud berpihak pd siapapun dan sy tidak tau kejadian di sana spt apa, sy hanya tau dari berita yg sy baca. Tapi (maaf) kalau bisa:
    1. Memang baiknya di Ambon dibuat larangan terhadap motor yg knalpotnya bising. Karena knalpot yg bising sangat mengganggu pendengaran siapapun terutama anak kecil.
    2. Biasakan menegur orng lain dengan elegan (bicara yg baik), tidak dengan main tangan (tampar/pukul). Karena dalam hukum_pun dilarang menampar atau memukul orang lain, setinggi apapun jabatan dan pangkat kita
    3. Belajarlah saling menghargai apa lagi nyawa manusia. Krn Manusia berharga di mata Tuhan. Jangan gampang main parang dalam menyelesaikan masalah. 1 nyawa hilang, banyak orang menderita.

    Untuk Kel. yg ditinggalkan Alm Bp Mairuhu, saya turut berbelasungkawa atas meninggalnya Bp Mairuhu. Antua sudah senang di Firdaus sana. Tuhan Yesus beri kekuatan dan penghiburan bagi keluarga besar yg ditinggalkan. Serahkan ini semua pd Tuhan, kiranya suka cita dan damai sejahtera Tuhan Yesus ada dalam hati keluarga besar.

    Gandonge, Jangan kita terkenal dengan sebutan Ambon manise..tapi jadilah kita manusia yg manis dihadapan Tuhan.
    IMANUEL

    Like

  5. Dalam Hidup ini kalau tidak ada rasa Saling Tenggang Rasa dan Rasa Saling Menghargai begini akibatnya.
    Tpi Untuk Bpk Mairuhu Kami trut Berduka cita… Semoga AmaL ibadah Bapak Diterima dsisinya.. dan Keluarga yg di tinggalkan kiranya Diberi penghiburan dan ketabahan hati.. mungkin Ajal Yg Bapak tercinta ALami terbilang Sadis.. Tapi Semua khendak Tuhan.karena kapanpun Tuhan Mampu mengambil nyawa kita semua entah dengn bgmn cara dan Motif kmatianNy.
    namun utuk Phak Tersangka Biarlah ini Jadi pelajaran yg sangat berharga bagi kita semua.
    karena bertindak debgan emosipun tidak baik dalam menyikapi permasalahan yg ada.
    jadikanLah ini sebagai contoh agar kedpan Lagi tidak akan trulang kmbli..
    Biarlah awal tahun 2016 ni menjadi Tahun yg baik untuk kita semua..dan Kita semua sllu diberkati.

    Like

  6. BUTA HURUF SATU KAPALA TUH RH…GOBLOK..PEGANG PARANG ADA TAR BATUL2 MO EKSEN,,KLO BAKU MUKA PASTI POTONG SALAH…GOBLOK NAMANYA,,,KLO NYALI ADA KOTEL JANG SOK JAGO DI AMBON (SULI)…BODOK..MASUK SEL KASENG,,MASO LA DONG MO PUKOL SAMPE KAPALA LOMBO..NAU-NAU

    Like

  7. Emang mau jago itu harus bunuh orang di jakarta, orang ambon itu tidak ada apa apanya di jakarta sana, yang jago bunuh orang itu cuma orang jawa, ama lampung tau, orang ambon taunya main borong aja lagaknya, dasar kasta pamalas muka karing kalian ambon samerlap.

    Like

  8. Waduh kamu menghina orang ambon/maluku berarti kamu juga telah menghina para datuk leluhur kami,sbgai anak asli maluku negeri raja-raja beta tdk terima penghinaan kamu,kami bukan kasta pamalas dan semerlap,beta sebagi anak adat dari negeri ini seruhkan kepada seluruh anak adat dari negeri raja-raja ini,kita cari orang yang memberikan komentar yang telah menghina kita…kepada latupati negeri ini jangan biarkan orang lain menginjak-injak harga diri kita…dia yg memberikn komen ini pasti provokator

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s