Oknum TNI BKO Penganiaya Warga Tuhaha Diperiksa PM


DUA oknum anggota TNI BKO 732/Banau, Pratu Doddy dan Pratu Patrik yang menyiksa tiga warga Tuhaha, Saparua, mencelupkan tangan di air mendidih, sudah diperiksa Polisi Militer (PM). Keduanya ditarik dari Pos di Saparua untuk proses hukum.

“Keduanya sudah di kantor dan sementara dalam penyidikan. Kita masih periksa dulu. Intinya sudah kita proses,” kata Danpomdam XVI/Pattimura Kolonel CPM Salidin dilansir Siwalima.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 1 Januari 2016 lalu, tiga warga warga Saparua tersebut yakni DS (42), RS (13) dan FP (10) dipaksa mencelupkan tangan ke dalam air panas mendidih. Bahkan, RS yang diketahui cacat mental disuruh melakukannya sampai empat kali dan telinganya sempat dihekter karena dituduh mencuri handphone salah satu oknum TNI.

Baca:

Sadis! Oknum TNI Paksa 3 Warga di Saparua Celup Tangan di Air Mendidih

Mereka kemudian pergi ke Ambon untuk melaporkan masalah tersebut didampingi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TPA) Provinsi Maluku maupun Kota Ambon, karena korban di antaranya adalah perempuan dan anak.

Komandan Korem 151/Binaiya Kolonel Inf Tri Hartanta Nugraha juga menegaskan hal itu. Dia memastikan, Pratu Dody dan Pratu Patrik sudah menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam XVI/Pattimura. “Jadi tetap diproses,” ujarnya.

Ketua P2TP2A Ade Ohelo berharap, kasus ini segera dituntaskan oleh Pomdam XVI/Pattimura. Korban termasuk perempuan dan anak-anak, makanya P2TP2A terlibat.

“Sudah resmi kita laporkan dengan harapan segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s