Carolina Rieuwpassa, Wanita Maluku Pertama di 2 Ajang Olimpiade


CAROLINA “Nina” Rieuwpassa, merupakan wanita berdarah Maluku pertama yang mewakili Indonesia di dua ajang olimpiade, yakni Olimpiade Muenchen, Jerman Barat, 1972, dan Olimpiade Montreal, Kanada 1976.


Pada Olimpiade Muenchen, hanya ada 6 atlit Indonesia yang tampil, termasuk Nina. Begitu juga di olimpiade Montreal, Kanada, hanya ada 7 atlit Indonesia.

Saat Olimpiade 1972, dia terlambat bergabung dengan tim karena harus mengikuti kejuaraan di Stuttgart. Dia pun tampil di olimpiade tanpa didampingi pelatih. Alhasil, dia harus mengurus sendiri segala hal, mulai dari kartu identitas hingga menempel nomor peserta di kaus lomba.

Persiapan kala itu menjadi semakin berat karena penjagaan aparat keamanan sangat ketat sebagai dampak peristiwa Black September (penyanderaan sejumlah atlet Israel oleh gerilyawan Palestina pada 5 September 1972). Apalagi, asrama atlet Israel berdekatan dengan asrama atlet Indonesia.

Pada nomor lari 100 meter, menurut arsip olimpiade, Nina mencetak waktu terbaik 12,23 detik dan menempati peringkat 6 dari delapan pelari, sedangkan pada nomor lari 200 meter waktu terbaiknya 24,68 detik. Prestasi itu sangat membanggakan mengingat Nina harus bersaing dengan sprinter terbaik dunia asal Jerman Timur, Inge Helten.

Pada Olimpiade Montreal, Kanada, Nina kembali tampil di nomor 100 dan 200 meter. Tampil di heat 4 lomba 100 meter, Nina hanya mencatatkan waktu 11,98 detik dan menempati peringkat ketujuh. Begitu juga di nomor 200 meter, dia mencatatkan waktu 24,36 detik dan lagi-lagi menempati posisi tujuh.

Keberhasilannya tampil di ajang olimpiade tak lepas dari prestasi yang dia ukir di ajang Asian Games 1970 di Bangkok. Saat itu, putri dari pasangan Marcus dan Mien Rieuwpassa ini meraih dua medali perunggu saat mewakili kontingen Indonesia bertarung di nomor lari 100 dan 200 meter.

Sebelum tampil di Olimpiade, Nina bersama atlit Indonesia lainnya Tony Jogyohartono diundang Federasi Atletik Jerman Barat berlatih di Koln selama empat bulan bersama atlet lain dari 14 negara di Asia. Di sana, dia mengukir prestasi sebagai sprinter putri terbaik Asia. Dia juga mengukir rekor nasional 11,7 detik untuk nomor lari 100 meter putri dan 24,2 detik untuk lari 200 meter putri.

Secara keseluruhan, catatan waktu Nina hanya kalah dari sprinter Israel, Ester Shakhamurow. Akan tetapi, Nina mengungguli sejumlah sprinter tenar Asia, seperti Isabel Cruz (Filipina), Kahanda Badra (Sri Lanka), dan Wu Fu Shan (China).

Tak hanya rekor di nomor 100 dan 200 meter, Nina juga kemudian menciptakan rekor nasional di nomor 400 m, 4 x 100 m estafet dan 4 x 100 meter estafet. Tak ada satupun atlit Indonesia yang mampu mengukir prestasi yang dia buat, bahkan atlet-atlet kelas dunia.

Carl Lewis dari Amerika Serikat, misalnya, pernah memegang rekor 100 meter dan 4 x 100 meter. Dia juga pernah merebut empat medali emas Olimpiade pada 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan 4 x 100 meter. Hanya saja, Lewis tidak pernah sekaligus memegang dua rekor.

Meski pelari jarak pendek, dia tidak pernah mengukir rekor 200 meter.
Begitu pula dengan atlet Italia, Pietro Mennea sukses menancapkan rekor nomor itu untuk waktu yang lama termasuk ketika Lewis sudah pensiun.

Perempuan kelahiran 1949 yang kini menghabiskan masa pensiun di Kota Makassar ini mengukir rekor pada lima nomor yakni 100 meter, 200 meter, 400 meter, dan dua nomor estafet 4 x 100 meter, dan 4 x 100 meter. Semuanya bertahan lebih dari lima tahun, atau bertahan sebentar lalu dipecahkannya sendiri. Ada satu nomor yang tak seorang pun sanggup menumbangkannya sampai bertahan 18 tahun!

Nina mengukir rekor pertamanya pada 200 meter. Ini terjadi tahun 1970 ketika dia disiapkan mengikuti Universiade di Torino, Italia. Ia mencatat waktu 25,4 detik, menghempaskan rekor lama 25,5 detik atas nama Fabanjo. Setelah itu rekor 200 meter ini terus dia perbaiki. Terkhir dia mengukir 24,21 detik, yang kemudian ditumbangkan atlit berdarah Maluku Henny Maspaitella.

Setelah 200 meter ini dia merambah ke nomor-nomor lain. Nomor paling bergengsi 100 meter dilabraknya tahun 1972 ketika berlatih di Jerman Barat menjelang Olimpiade Muenchen. Yang terakhir 400 meter.

Seperti nomor-nomor lain, pada nomor ini pun Nina tak hanya sekali memecahkannya. Yang terkhir waktunya 56,0 detik. Bersama yang lain dia mengukir rekor estafet 4 x 100 meter dan 4 x 100 meter.

Kini namanya sudah tidak tercantum lagi. Untuk 100 meter dan 200 meter dipecahkan atlit berdarah Maluku lainnya Irene Joseph, sementara 400 meter juga dipecahkan atlit berdarah Maluku Emma Tahapary. Nomor “barengan” sudah juga dimiliki nama lain.

Sepanjang kariernya, Carolina juga memperoleh beragam medali dari tingkat nasional sampai regional. Dia meraih medali emas Sea Games IX 1972. Juga menjadi pelanggan peraih medali emas pada PON 1969, 1973 dan 1977.

Pada Kejuaraan Asia di Seoul, Korea Selatan dia memperoleh medali perak 100 meter, di bawah pelari Israel, Esther Roth. Waktu yang dicapainya 12,00 detik. Dia masih mengikuti kejuaraan serupa tahun 1975 di Manila, dan juga membawa pulang medali perak.

Berbagai prestasi yang dia ukir, tak lepas juga dari keluarganya. Nina berasal dari keluarga yang suka olahraga. Sejak anak-anak, dan saudara kembarnya, Suzanna Nanlohy menyukai berbagai macam olahraga. Sampai akhirnya terjun ke atletik.

Tahun 1965 dia ikut kejuaraan Nasional POPSI (Persatuan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia) di Jakarta, lalu ikut kejuaaraan kawasan Indonesia Timur, waktu itu biasa disebut Iramasuka (Irian, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan) dan berprestasi gemilang. Sukses ini mengantarnya terpilih ikut Asian Games Bangkok 1966.

Mulailah dia beredar di tingkat nasional dan mengantarnya pindah ke Jakarta. Rekor-rekor ditumbangkannya. Medali-medali emas direbutnya. ”Jumlahnya tak terhitung,” katanya. (petra josua)

sumber referensi;
Indonesia Bisa, Ensiklopedia Olahraga Indonesia, Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s