Warga Tiga Desa di Ambalau Paling Menderita Akibat Gempa 5,4 SR


DAMPAK gempa di Ambalau, Buru Selatan, masih simpang siur. Belum ada data resmi yang dilansir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, namun setidaknya warga 3 desa di Ambalau yang paling parah mengalami dampak gempa skala 5,4 SR tersebut.

Sampai Minggu malam (17/1/2016), info yang beredar di masyarakat jumlah rumah rusak 106 di Desa Ulima, 64 rumah di Masawoy dan 17 rumah di Waelua. Sementara rilis BMKG Pusat mensir data sementara kerusakan bangunan rumah sebanyak 50 unit dan 2 orang menderita luka-luka di Desa Masawoy. Kemudian, sebanyak 70 unit bangunan rumah serta 6 orang menderita luka-luka di Desa Ulima.

Kepala BPBD Provinsi Maluku Farida Salampessy mengatakan, BPBD Kabupaten Buru Selatan masih melakukan pendataan korban. Hal senada juga dikemukakan dalam rilis BMKG Pusat .

Sementara itu, menanggapi peristiwa gempa bumi tektonik yang terjadi di Maluku, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Drs. Mochammad Riyadi, M.Si menegaskan telah terjadi gempa tektonik pada Hari Minggu (17/1/2016) sekitar pukul 08:22:31 WIT dengan kekuatan gempa 5.4 SR. Adapun lokasi di 3.80 °LS dan 127.28°BT, dengan kedalaman 10 km.

Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun gempabumi berpusat di laut, karena kekuatannya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam telah terjadi gempabumi susulan sebanyak satu kali dengan kekuatan 2.7 SR. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempabumi di sekitar Pulau Ambalau adalah IV-V MMI, di sekitar Namlea-Buru Selatan III MMI, dan II MMI di sekitar Ambon. Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG PGR IX Ambon bahwa gempabumi dirasakan cukup keras di Pulau Amabalau.

Berdasarkan parameter gempabumi, kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas sesar aktif di sekitar Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami,” ungkap  Mochammad Riyadi.

Dia juga mengingatkan agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil.  (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s