Dalam 17 Hari, Sudah 14 Kali Gempa, Maluku Tengah Paling Sering


BARU memasuki hari ke-17 di Bulan Januari 2016, masyarakat di Provinsi Maluku sudah diguncang 14 kali peristiwa gempa bumi. Gempa terakhir yang melanda Maluku adalah pada 17 Januari 2016 yang menimbulkan kerusakan ratusan rumah dan bangunan pada sejumlah desa di Namrole, Buru Selatan.

Wilayah Maluku Tengah, tercatat paling sering menjadi pusat gempa. Data 17 hari pertama di Bulan Januari 2016 yang dirilis Info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku, tercatat delapan kali pusat gempa berada di wilayah Maluku Tengah yakni pada tanggal 6, 11 (3 kali gempa), 12, 14, dan 15 Januari (2 kali).

Wilayah Maluku bagian Selatan (MTB dan MBD) juga sudah 2 kali menjadi pusat gempa yakni pada 5 Januari dan 11 Januari. Sedangkan pusat gempa di Pulau Buru dan sekitarnya, sudah empat kali dan semuanya terjadi dalam satu hari yakni pada Minggu 17 Januari 2016.

Lantaran pusat gempa di Maluku Tengah dan Buru ini dekat dengan Kota Ambon, maka guncangan gempa dalam skala kecil juga dirasakan warga Ambon.

Dari Info BMKG Maluku juga diketahui  dari 14 kali gempa, guncangan paling besar terjadi pada hari Minggu 17 Januari 2016 yakni pada pukul 08:22 WIT berkekuatan 5,4 SR dengan lokasi gempa di Pulau Buru dan sekitarnya. Pada 17 Januari ini pula, tercatat terjadi 3 kali gempa susulan setelah gempa pertama dengan kekuatan 2,7 SR, 2,8 SR, dan 3,0 SR. Rentetan gempa tersebut, merupakan kali ke-11, 12, 13, dan 14 yang terjadi selama 17 hari di bulan Januari 2016.

Gempa pertama kali di Maluku pada Tahun 2016, terjadi 5 Januari lalu. Saat itu, gempa terjadi pada pukul 14:28:27 WIT dengan kekuatan 5,1 SR. Lokasi gempa di 182 kilometer Maluku Tenggara Barat atau 219 Km Timur Laut Tepa, Maluku Barat Daya, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa kedua terjadi pada 6 Januari 2016 dengan kekuatan 3,6 SR di kedalaman 13 kilometer dengan lokasi 52 km barat Sawai Maluku Tengah atau 56 km barat laut Masohi dengan kedalaman 13 km.

Gempa ketiga hingga ke-6 terjadi pada 11 Januari 2016. Saat itu tiga gempa terjadi di kawasan Maluku Tengah dan Pulau Ambon dengan kekuatan 3,2 SR, 4,5 SR, dan 4,0 SR dengan kedalaman gempa berkisar 10 – 18 km. Satu gempa lagi terjadi di Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya dengan kekuatan 4,3 SR dengan kedalaman 240 km.

Gempa ke-7 terjadi pada 12 Januari sekitar pukul 21:07:31 WIT dengan kekuatan 3,1 SR. Lokasi gempa 30 kilometer barat Bula atau 87 km timur Wahai, Maluku Tengah dengan kedalaman 22 kilometer.

Gempa ke-8 terjadi pada 14 januari pukul 14:10:21 WIT dengan kekuatan 3,0 SR. Lokasi gempa di 69 km barat Banda, Maluku Tengah, dan 121 km selatan Masohi dengan kedalaman 34 km.

Gempa ke-9 dan ke-10 terjadi dalam satu hari yakni pada 15 januari. Saat itu, gempa pertama terjadi pukul 08:41:55 WIT berkekuatan 3,2 SR dengan lokasi 81 km barat daya Banda, Maluku Tengah, atau 207 km selatan Masohi. Adapun kedalamannya mencapai 150 km. Selanjutnya, gempa berikutnya terjadi pada pukul 14:36:39 WIT berkekuatan 3,2 SR dengan lokasi 57 km barat laut Banda atau 114 km tenggara Masohi di kedalaman 18 km.

Sejauh ini, dari 14 peristiwa gempa bumi yang terjadi tidak diikuti tsunami. Pihak BMKG Maluku sendiri, dalam rilis di media sosial, meminta kerjasama dari masyarakat untuk selalu memantau update terbaru dari BMKG jika ada kejadian gempa bumi. Bahkan, kalau perlu memberi informasi tentang kejadian di daerahnya masing-masing. (petra josua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s