Perwira Berdarah Maluku Ini Dipuji Karena Evakuasi Korban Teror Sarinah


BANYAK cerita di balik aksi teror Sarinah yang diulas media. Setelah, kisah heroik putra Maluku AKBP Untung Sangaji, kini giliran perwira polisi berdarah Maluku lainnya AKBP Herry Heryawan yang diulas.

fotona-Herry-Heryawan
AKBP Herry Heryawan

Portal Detik.com, Minggu (17/1/2016), mengulas tentang keberanian AKBP Herry Heryawan. Dia saat ini menjabat sebagai Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ceritanya, Kamis (15/1/2016) lalu, saat situasi di kawasan Sarinah sedang tegang karena aksi teror, di jalanan yang sudah lengang terbaring Rais Karna (37), office boy Bangkok Bank yang menjadi salah satu aksi teror.

Rais saat itu tengah melintas di perempatan Jl MH Thamrin ketika teroris menyerang Pos Lalu Lintas. Ia berada di tengah kerumunan masyarakat yang sedang melihat korban ledakan di Pos Lalu Lintas.

Sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans, Rais sempat terkapar selama 15 menit lebih di tengah jalan. Karena pada saat itu, petugas mengevakuasi anggota lalu lintas yang terluka parah akibat ledakan di pos lalu lintas lebih dahulu.

Pertimbangannya saat itu, anggota polisi tersebut masih terlihat hidup dan meminta tolong. Sedangkan Rais pada saat itu sudah terlihat tidak bergerak.

Sampai jalanan menjadi lengang ketika terjadi baku tembak, Rais belum juga dievakuasi. Beruntung saat itu Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro AKBP Herry Heryawan mengecek kondisi Rais yang tergeletak di tengah jalan.

“Pak Herry sempat bolak-balik ke tengah jalan untuk mengecek kondisi Rais. Ternyata masih hidup, Pak Herry minta ambulans jemput tapi sopir ambulans tidak ada yang berani mendekat karena masih tegang situasinya,” ujar Bripka Kardiyanto yang saat itu ikut dalam penyergapan teroris di Thamrin, kepada detikcom, Minggu (17/1/2016).

Detikcom mendapatkan sebuah rekaman CCTV yang ada di salah satu gedung yang menangkap aksi Herry saat berlari-lari di tengah jalan. Herry mengenakan body vest lengkap dengan helm saat itu.

Sebelumnya, Herry sempat mengontak melalui HT agar ambulans datang, tetapi tidak ada yang datang. Hingga akhirnya, Herry berlari menyeberang ke gedung sisi utara (seberang gedung Menara Cakrawala) lalu menyuruh ambulans ke tengah jalan. Barulah ambulans tersebut datang.

Di saat bersamaan, mobil polisi ke tengah jalan menjadi ‘tameng’ ambulans yang akan mengevakuasi Rais agar tidak diserang oleh teroris yang berada di halaman Starbucks Coffee. Rais pun baru bisa dievakuasi ke dalam ambulans dan dibawa ke rumah sakit.

Rais sendiri kemudian mengalami koma karena tembakannya mengenai kepala sehingga mengakibatkan mati batang otak (MBO). Dia kemudian dinyatakan meninggal pada Sabtu (16/1/2016) pukul 21.21 WIB di RS Abdi Waluyo setelah 2 hari dirawat.

Lalu siapa sebenarnya AKBP Hery Heryawan ini? Dia adalah lulusan Akpol Tahun 1996. Ayahnya adalah seorang polisi militer yang bertugas di Ambon. Sedangkan ibunya adalah seorang Nona Ambon, asal Negeri Tulehu, Maluku Tengah.

Sejak lahir, kecil, hingga remaja, Herry tinggal di asrama polisi militer Batu Gajah, Ambon. Sampai kemudian dia menadaftar Akpol dan menjadi seorang perwira polisi. Dia bersaudara 5 orang. Salah satu kakaknya, yakni Heru yang lulusan SMA Negeri 2 Ambon tahun 1987 saat ini adalah seorang perwira menengah di TNI Angkatan Udara.

Begitu lulus Akpol, Herry mengawali tugas pertamanya di Poltabes Semarang. Tahun 1997 dia menjabat sebagai Kanit Reserse Umum Sat Reseserse Poltabes Semarang hingga 1999.

Selanjutnya dia bertugas di Kepulauan Riau hingga menjabat sebagai Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda Kepri. Setelah itu, dia bertugas di Polda Metro Jaya dan menangani kasus-kasus besar.

Selama di Polda Metro Jaya, AKBP Herry menangkap dan menembak kaki John Kei saat melakukan penangkapan dalam kasus pembunuhan. Herry dan tim juga lah yang melakukan penangkapan terhadap Hercules. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s