PNS Pemalsu SK Sekda Ditahan, Korban yang Melapor Bertambah


satumaluku.com- Dua pegawai Pemprov Maluku Lea Maria Lekypiouw (ML) alias Popy dan Netijie Tumpessy (NT) alias Itje yang diduga melakukan pemalsuan SK PNS saat ini sudah berstatus tersangka dan ditahan polisi di Mapolresta Ambon. Keduanya diamankan dan diperiksa polisi sejak Selasa (19/1), karena diduga membuat Surat Keputusan (SK) palsu penempatan pegawai negeri sipil (PNS).

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” kata salah satu penyidik di Mapolresta Ambon Rabu (20/1).

Kasus ini terungkap setelah ada laporan seorang korban ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku terkait SK palsu yang dibuat keduanya. Korban yang melaporkan perbuatan mereka juga sudah bertambah banyak di antaranya sejumlah calon pegawai negeri sipil dan tenaga honorer.

Lea merupakan Pegawai Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daera Provinsi Maluku, sementara Neltijie adalah pegawai di RSUD Haulussy. Praktek penipuan telah dilakukan sejak tahun 2011 silam. Korban yang ditipu dijanjikan bekerja sebagai pegawai negeri di lingkup Provinsi Maluku.

“Para korban yang ditipu tersebut diberikan SK pada beberapa instansi berbeda dilingkup pemerintah Provinsi Maluku antara lain, Dinas Perhubungan, Sekretariat DPRD, Dinas Kesehatan, Dinas Infokom, serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku,” ujar Kepala BKD Pemprov Maluku, Maritje Lopulalan kepada SP, Rabu (20/1) di Ambon.

Modus pemalsuan SK dilakukan dengan memindai (scan) tanda tangan mantan Sekda Pemprov Maluku, Ros Far Far. Sejauh ini sebanyak 14 orang korban penipuan yang dilakukan ML dan NT yang telah melaporkan hal tersebut ke BKD Provinsi Maluku, sedangkan kisaran uang yang berhasil diraup kedua pelaku dari aksi mereka diperkirkan sudah lebih dari Rp 200 juta.

Menurut praktisi hukum Arsi Divinubun, biasanya para pelaku pemalsuan SK PNS bekerja tidak sendiri atau berdua. Tetapi ada juga oknum-oknum lain yang terlibat.

Dia mencontohkan, kasus penipuan terhadap CPNS di Jawa Barat pada Agustus 2015 lalu. Saat itu, ada 7.000 orang yang tertipu dengan SK pengangkatan CPNS bodong alias palsu. Pelakunya para PNS berjumlah delapan orang dan berhasil meraup uang Rp9 miliar rupiah.

Saat itu, sebagian korban sudah menerima SK pengangkatan CPNS. Ketika SK dicek ke BKN Wilayah Bandung, ternyata SK itu palsu. Para tersangka menerbitkan SK tersebut buatan sendiri dan tujuannya untuk membohongi korban. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s