Cari Jejak Korupsi Anggota DPR di Ambon, KPK Geledah 3 Lokasi


satumaluku.com- Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga tempat di Kota Ambon terkait kasus suap anggota DPR Damayanti Wisnu Putranti. Sama seperti penggeledahan di gedung DPR, 16 September lalu, tim KPK dikawal sejumlah anggota Brimbob Polda Maluku bersenjatakan laras panjang.

“Ada penggeledahan KPK di tiga lokasi di Ambon,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jumat (22/1/2016).

Yuyuk memaparkan, penggeledahan dilakukan di Kantor PT Cahaya Mas Perkasa di Lorong Mayang, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau dan rumah milik salah satu Direktur PT Cahaya Mas Perkasa yang bernama So Kok Seng alias Aseng di jalan WR Supratman. Serta lokasi ketiga adalah di Gedung Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX di kawasan Rumah Tiga Ambon.

Dikatakan Yuyuk, penggeledahan di tiga lokasi ini telah berlangsung sejak siang hari hingga malam. “KPK mencurigai atau menduga ada jejak-jejak tersangka, juga dokumen terkait perkara yang harus didalami penyidik,” jelasnya.

Aseng atau yang dikenal juga dengan nama Tan Frenky Tanaya telah dicekal KPK untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Perusahaan Aseng, PT Cahaya Mas Perkasa merupakan perusahaan infrastruktur yang sering terlibat sebagai subkontraktor PT Windu Tunggal Utama (WTU) dalam mengerjakan proyek-proyek jalan dan jembatan di Maluku, di antaranta proyek jalan lintas Seram. Dirut PT WTU, Abdul Khoir telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Saat akan melakukan penggeledahan di Kantor PT Cahaya Mas Perkasa, tim penyidik KPK sempat dihalangi istri Aseng yang menanyakan surat tugas. Istri Aseng juga meminta penyidik KPK menunggu suaminya datang sebelum melakukan penggeledahan. Namun, setelah ditunjukkan surat tugas, penggeledahan langsung dilakukan.

Dari kantor Aseng, tim penyidik membawa sejumlah tumpukan dokumen dan satu buah koper berwarna hijau.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (13/1), KPK mengamankan Damayanti bersama lima orang lainnya. Selain itu, Tim Satgas KPK juga menyita uang sebesar SGD 99.000 yang diduga merupakan bagian dari janji suap sebesar SGD 404.000 atau sekitar Rp 3,9 miliar yang diberikan Dirut PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir jika Damayanti mengamankan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) tahun anggaran 2016. Proyek tersebut merupakan proyek jalan di Maluku, yang digarap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) IX.

Setelah diperiksa intensif, Damayanti bersama dua rekannya, Julia Prasetyarini, dan Dessy A Edwin ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap.

Atas tindak pidana yang dilakukannya, ketiganya dijerat KPK dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Abdul Khoir ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 33 UU Tipikor. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s