Baileo; Identitas Adat Maluku Tengah, Musyawarah dan Benda Pusaka


satumaluku.com- Baileo merupakan nama rumah adat di wilayah Maluku Tengah. Pengertian baileo dalam Bahasa Indonesia adalah Balai.

Pengambilan nama Baileo menjadi nama rumah adat Baileo berdasarkan pada fungsi tempat rumah Baileo itu sendiri sebagai tempat untuk bermusyawarah bagi masyarakat adat atau kelompok- kelompok setempat.

Terkadang juga Baileo ini dijadikan tempat untuk menyimpan benda-benda yang dikeramatkan, senjata serta pusaka peninggalan leluhur. Jadi, meski menyandang status sebagai rumah adat, tapi bangunan Baileo sama sekali tidak ditinggali atau dihuni masyarakat.

Secara keseluruhan, Baileo memiliki bentuk yang serupa dengan rumah panggung. Bagian fasadnya dibikin setinggi satu sampai dua meter. Hal ini terkait fungsinya sebagai balai pertemuan.

Yang khas dari bangunan Baileo ini adalah ketiadaan dinding pada bangunan. Hal ini dimaksudkan agar tak ada sekat saat masyarakat melakukan musyawarah sebab jika diberi dinding maka mereka yang duduk di halaman tak bisa menyaksikan langsung jalannya pertemuan. Selain itu, dahulu masyarakat Maluku percaya, jika rumah Baileo diberi dinding maka roh nenek moyang tak leluasa memasuki rumah.

Ada beberapa simbol yang memberikan ciri bahwa itu adalah Rumah adat Balieo. Pertama, Batu Pamali. Pada rumah adat Baileo posisi batu pamali berada di depan pintu tepat di depan pintu rumah Balieo. Keberadaan batu pamali di muka pintu menunjukan bahwa rumah itu adalah balai adat. Batu pamalai adalah tempat untuk menyimpan sesaji.

Selain itu, balai adat ini merupakan bangunan induk anjungan. Tiang-tiang yang menyangga rumah berjumlah sembilan yang berada di bagian depan dan belakang juga lima tiang di sisi kanan dan kiri merupakan lambang Siwa Lima. Siwa Lima adalah simbol persekutuan desa-desa di Maluku dari kelompok Siwa dan Kelompok Lima. Siwa Lima memiliki arti kita semua punya.

Terakhir yang menjadi ciri khas rumah adat Maluku ini adalah ukiran unik nan apik yang menghiasi beberapa titik Baileo ini sendiri. Salah satunya yang menarik diperhatikan adalah ukiran dengan gambar dua ekor ayam dengan posisi berhadapan serta diapit oleh dua anjing pada bagian kiri dan kanan.

Ukiran ini sendiri ada di mulut pintu. Ia merupakan perlambang kedamaian juga kemakmuran. Ukiran lain yang wajib ditelaah adalah bintang, bulan dan matahari yang ada di bagian atap Baileo. Ukiran ketiga benda langit ini dicat dengan warna hitam, merah dan juga kuning. Ukiran ini mencerminkan makna kesiapan balai adat menjaga persatuan adat utuh dengan hukumnya. (petra josua)

sumber:  mengenal rumah adat maluku baileo; BPN Ambon

One thought on “Baileo; Identitas Adat Maluku Tengah, Musyawarah dan Benda Pusaka

  1. Menurut beta, berdasarkan tradisi di Maluku, maka ada beberapa catatan yang harus dicermati lagi:
    1. sebutan untuk Baileo dalam bahasa Maluku adalah Asari
    2. Seng samua Assari berkonstruksi spt yg digambatkan diatas. Ada juga yg berlantai tanah. Tergantung klan pemilik Assari (pata siwa atau pata lima).
    3. Penentuan posisi batu meja biasanya berdasarkan arah mata angin. Ini juga tergantung klan (siwa atau lima).
    4. Tradisi assari, khusus di wilayah ambon, lease, telah mengalami perpaduan antara tadisi pata siwa dan pata lima.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s