Hidup Laeng Sayang Laeng, Satu Hati Hadapi Masalah Kemiskinan


satumaluku.com- Gubernur Maluku Said Assagaff mengajak umat Gereja Protestan Maluku (GPM) dan seluruh masyarakat Maluku untuk hidup laeng sayang laeng, sesuai slogan hidup orang Maluku.

“Mari kita semua bersama-sama berjuang untuk menghadapi persoalan hidup ini, khususnya masalah kemiskinan. Marilah kita mengadapinya bersama dengan pemerintah, sehingga kehidupan masyarakat Maluku kedepan lebih sejahtera,” ungkap Gubernur Assagaff dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku Dr. Zeth Sahuburua saat pembukaan Sidang Sinode GPM ke-37 di Gereja Maranatha, Ambon, Minggu (24/1/2016).

Gubernur juga berpesan, kepada umat GPM untuk memilih pemimpin yang baik, yang bisa merawat, menjaga serta loyal, sehingga bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Provinsi Maluku yang lebih maju lagi ke depan.

Sidang Sinode GPM ke-37 berlangsung dalam tema “Allah Kehidupan Tuntunlah Kami Untuk Membela Dan Merawat Kehidupan”. Sedangkan Sub Temanya adalah “Bersyukur Dengan Bersama-sama Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Dan Alam, Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Dan Ancaman HIV – Aids”. Salah satu agenda Sinode GPM ke-37 adalah memilih Ketua MPH Sinode yang baru untuk periode 2016 -2021.

Sementara itu, Prof.Dr.Jhon Ruhulesin,M.Si, Ketua MPH Sinode GPM, menyampaikan puji syukur ke Tuhan karena telah memberikan tugas mulia kepada dirinya dan sebentar lagi akan berakhir. “Hanya karena Kasih karunia Tuhan saja sehingga saya bersama dengan seluruh perangkat pelayan umat lainnya bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan, walaupun begitu banyak tantangan dan rintangan yang di hadapi, namun bersama Tuhan kita mampu melewati semuanya,” ungkap Ruhulesin.

Menurut Ruhulesin, banyak agenda yang masih harus dikerjakan demi kehidupan umat kedepan. “Kita diberi hidup untuk menghidupi dunia ini, jadilah Garam dan Terang di dalam kehidupan ini, hiduplah bersyukur dan selalu berpegang kepada Allah yang punya hidup ini,” ujarnya.

Dia juga meyakinkan agar umat GPM tetap yakin jerih payah yang diberikan tidak akan sia-sia jika berjalan bersama Yesus.

Di akhir masa jabatannya ini, Ruhulesin juga menyempatkan diri untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan umat beragama di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Sebab tanpa topangan dan dukungan dari pemimpin-pimpinan Agama yang lain, GPM tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

“Marilah kita terus menjaga kerukunan yang ada di Provinsi Seribu Pulau ini demi anak cucu penerus kita ke depan, sehingga harapan Maluku sebagai Laboratorium Kerukunan Hidup Umat Beragama akan terus bergema sepanjang masa,” tutur Ruhulesin mengakhiri pidatonya.

Hadir dalam acara ini Wakil Walikota Ambon, Ir. Sam. Latuconsina, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd,M.Pd, Kepala Seksi PAK Tingkat Menengah, Remons Untarola, Sth. Anggota DPR RI, Ketua DPRD Provinsi Maluku, TNI/Polri, Bupati/Wakil Bupati, beserta seluruh peserta sidang dan masyarakat.

Sidang diagendakan berlangsung tanggal 24 Januari hingga 31 Januari 2016. Acara Sidang Sinode GPM ke-37 juga ditandai acara EXPO GPM di Pattimura Park yang mempertunjukkan hasil bumi dan prakarya serta catatan perjalanan tugas dari pemimpin umat yang berasal dari 32 Klasis. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s