Transaksi Penipuan SK CPNS Palsu di Maluku Sudah Miliaran Rupiah


satumaluku.com- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Jumat (31/1/2016), mengungkap hasil temuan kasus SK Palsu CPNS yang dilakukan dua PNS Pemprov Maluku, Lea Maria Lekipiouw alias Ice dan Neltje Tempessy alias Popi. Berdasarkan hasil temuan, diketahui transaksi sejak 2011 dan transaksi yang terjadi lebih dari Rp 1 miliar.

Menurut Bima, kasus pertama terjadi pada tahun 2011-2013. Yang bersangkutan mengaku kepada para pencari kerja bahwa dia mampu membantu mengurus pengangkatan CPNS dengan imbalan uang sebesar Rp 30 juta per orang.

“Saat itu ada 20 orang, sehingga uang yang terkumpul mencapai Rp 600 juta,” imbuh Bima.

Perbuatan tersebut terungkap pada tahun 2013, dan keduanya telah dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat satu tingkat selama satu tahun. Mereka juga telah membuat surat pernyataan janji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

EDARAN MENPAN-RB
Surat Menteri PAN-RB tentang tidak adanya jadwal rekrutmen CPNS sebagaimana yang beredar di media sosial saat ini

Tampaknya sanksi tersebut belum membuatnya jera, dan keduanya kembali beraksi. Kasus ini terungkap pada tanggal 19 januari 2016 lalu, menyusul menghadapnya 7 orang korban yang datang ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku.

Mereka membawa 7 SK pengangkatan CPNS palsu, yang disertai kuitansi penyerahan uang dari korban kepada pelaku. Jumlahnya bervariasi , antara dua puluh juta sampai empat puluh tiga juta rupiah.

“Berdasarkan keterangan para korban itu, Kepala BKD Provinsi Maluku memanggil kedua pelaku penipuan tersebut,” imbuh Bima dalam laporan tertulis kepada Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi.

Pada saat yang bersamaan, Kepala BKD juga menelepon Polres Pulau Ambon untuk minta menangkap kedua PNS pelaku penipuan tersebut, dengan tuduhan memalsukan tanda tangan Sekretaris Daerah.

Tidak berhenti sampai di situ. Sehari kemudian, tanggal 20 Januari 2016 datang lagi tujuh orang korban lainnya, dan tanggal 21 juga datang dua orang korban.

“Sampai saat ini korban yang sudah melapor sebanyak 16 orang. Hingga saat ini, jumlah uang yang terkumpul diperkirakan telah mencapai lima ratus juta rupiah,” ujar Kepala BKN.

Saat ini, kedua pelaku sudah ditahan aparat kepolisian dan kasusnya sedang dikembangkan penyidik.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokarasi memastikan tidak ada satu orang pun yang dapat membantu kelulusan peserta tes CPNS. Sebab sejak Tahun 2014 lalu seleksi CPNS telah menggunakan sistem Computer Asissted Test (CAT).

“Dengan sistem ini, dipastikan tidak ada pihak manapun yang dapat membantu kelulusan peserta. Apalagi kalau orang itu meminta bayaran sejumlah uang,” ungkapnya.  (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s