Orang Maluku yang Dirazia di Depok Dikaitkan dengan Kampung Ambon


satumaluku.com- Satuan Narkoba Polresta Depok menghubungkan temuan narkoba di Mess Pramita Jalan Margonda Raya, RT003/008, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, pada Kamis (4/2) lalu, dengan jaringan narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Alasannya, 14 orang yang diamankan dari lokasi itu mengaku mendapatkan narkoba itu di dapatkan dari wilayah tersebut.

”Dugaan kami sih sekarang sabu dan ganja dari Jakarta Barat,” tegas Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Vivick Tjangkung, di Mapolresta Depok, Jumat (5/2/2016).

Alasan lain yang menjadi dasar polisi menghubungkan para tersangka di Depok dengan jaringan kampung Ambon, adalah karena adanya kedekatan suku. Dimana, 14 orang yang mereka amankan berasal dari Indonesia Timur.

Ketertutupan mereka dengan menyewa satu gedung untuk tempat tinggal dan memberikan keleluasaan bagi para user menikmati narkoba sangat mirip.

”Semua pemakai tidak boleh bawa barang keluar, harus di dalam mess. Memang sangat mirip dengan Kampung Ambon. Jadi kecurigaan adanya jaringan Jakarta Barat semakin kuat,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam operasi gabungan bersama Badan Narkotika Nasional dan TNI tersebut diciduk 14 orang, yang terbukti positif menggunakan narkoba saat dilakukan tes urine. Mereka yang dites urine terbukti menggunakan methafetamine dan shabu 10 orang, THC dan ganja 3 orang dan obat-obatan dan Benzo 1 orang.

Kawasan mess tersebut diduga sejak lama dijadikan tempat peredaran narkoba. Di dalam mess tersebut ada sebanyak 105 kamar, yang diisi sekitar 50 kepala keluarga asal Maluku.

Selain 14 orang yang terbukti positif menggunakan narkoba, dua orang juga ditangkap polisi karena menyimpan narkoba jenis sabu. Total barang yang disita polisi, yakni 10 bua bong, 20 paket shabu, 1 linting ganja, 1 pucuk senjata api dan 10 senjata tajam.

Data satumaluku.com menunjukkan, rumah berlantai dua yang menjadi target operasi penggerebekan itu seluruhnya dihuni warga keturunan Maluku yang berasal dari Kabupaten Maluku Tengah. Umumnya mereka tinggal di lokasi tersebut sudah belasan tahun.

Para warga Maluku ini tinggal di lokasi tersebut karena pernah menjadi mitra dari salah satu pengembang yang mempunyai lahan usaha di wilayah tersebut. Sebagian di antara mereka juga diketahui sudah hidup membaur dan melakukan sejumlah usaha untuk menyambung hidup di Depok. Bahkan ada yang mendirikan kios handphone di pinggiran ruas jalan Margonda.

Pada November 2012 lalu, warga Maluku yang tinggal di lokasi tersebut sempat bentrok dengan massa Forum Betawi Rempuk (FBR). Saat itu, massa FBR dibuat kocar-kacir setelah mereka merusak warung handphone milik warga Maluku di Jalan Margonda Raya. Dalam peristiwa tersebut, satu anggota FBR mengalami luka.

Di Depok, banyak warga keturunan Maluku yang bermukim di kota tersebut. Namun, lokasi tinggal mereka tersebar. Hanya di Mess Pramita Jalan Margonda Raya saja yang jumlahnya paling banyak dan berada di satu lokasi. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s