Jualan Disita, Oknum Polisi Ngamuk di Kantor Satpol PP, Propam Bertindak


satumaluku.com- Sejumlah oknum anggota Satuan Lalu Lintas Polres Ambon mengamuk di kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ambon, Jumat (5/2/2016) lantaran menolak barang jualan milik salah satu rekan mereka disita Satpol PP.

Informasi yang dihimpun Siwalima menye­butkan kejadian ini bermula ketika puluhan petugas Satpol PP melakukan patroli dan menemukan ada sejumlah pedagang masih berjualan di atas trotoar samping Toko Jang Sombong Ale di Jalan AY Patty.

Petugas kemudian menyita barang dagangan yang tersimpan dalam etalase, sejak Selasa (2/2/2016) lalu. Tidak terima dengan langkah penertiban tersebut, oknum anggota Satlantas Polres Ambon yang memiliki barang dagangan kemudian meminta kepada petugas untuk dikembalikan.

oknum polisi

Satpol PP kemudian mengem­balikan barang dagangan dimaksud, dengan perjanjian tertulis tidak mengulang lagi. Jika masih meng­ulang maka akan disita lagi. Namun yang terjadi, Kamis (4/2/2016) malam, aktifitas penjualan masih terus berlangsung, sehingga Satpol PP kembali menyita.

Hal inilah yang menyulut sejumlah personil Satlantas Polres Ambon mengamuk di kantor Satpol PP Kota Ambon di kawasan Tanah Tinggi.

Kasatpol PP Ambon Demmy Paays kepada Siwalima di ruang kerjanya, Jumat (5/2/2016) menjelaskan petugas Satpol PP sebenarnya sudah kembalikan barang dagangan beserta etalase kepada pemiliknya sejak Rabu (3/2) dengan perjanjian tertulis tidak mengulang kembali.

“Petugas Satpol PP kembali melakukan patroli, Kamis (4/2/2016) dan menemukan padagang yang sama masih berjualan di lokasi dimaksud. Semua barang dagangan kemudian disita petugas karena sudah diberikan peringatan. Selanjutnya Jumat (5/2) dua orang petugas Satlantas mendatangi kantor Satpol PP untuk menyelesaikan masalah. Namun tiba-tiba sejumlah oknum Satlantas datang menyusul dan langsung mengamuk sehingga terjadi adu mulut dengan petugas Satpol PP,” jelasnya.

Sebenarnya kata Paays masalah ini bisa diselesaikan jika petugas kepolisian tidak mengamuk karena akan diselesaikan secara bijaksana karena kesalahan bukan dari pemerintah.

“Sesuai dengan aturan ada sejumlah lokasi yang memang diijinkan untuk berjualan di toroar pada malam hari dan ada kawasan yang dilarang termasuk lokasi yang menjadi tempat jualan oknum lantas polres,” katanya.

Keributan reda setelah sejumlah anggota Propam Polres Ambon datang ke Kantor Satpol PP dan membawa pergi beberapa anggota Satlantas.

“Barang yang disita sudah kita kembalikan, dan masalah ini sudah di laporkan langsung kepada pimpi­nan sehingga sudah menjadi kewenangan dari pimpinan,” jelasnya.

Ia mengaku tidak mau membuat masalah asalkan masyarakat atau penjual itu tahu aturan karena kerja Satpol PP juga diatur sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Ada aturan yang memang mengharuskan agar Satpol PP menegakan aturan hukum. Itu menjadi tugas Satpol PP untuk mengamankan perda. Olehnya itu, masalah ini saya serahkan kepada pimpinan,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Komaruz Zaman yang dikonfirmasi terkait ulah oknum ang­gota Satlantas Polres itu mengaku yang bersangkutan sementara dipro­ses dan menjalani pemeriksaan di Propam.

Anggota Satlantas tersebut diketa­hui bernama Brigadir Irvandi yang keseharian bertugas di Satlantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

“Yang bersangkutan sementara diperiksa Propam dan pasti kita proses,” tandas Kapolres kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya, tadi malam.

Menyangkut jumlah anggota yang diproses, Kapolres mengaku hanya satu orang saja dan akan dikenakan sanksi disiplin. “Satu orang saja anggotanya. Sementara sudah di Propam dan masih diproses untuk disiplinnya,” ujarnya. (S-27/S-39)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s