Putusan Inkrach Sudah 5 Tahun, Kejati Maluku Tak Kunjung Eksekusi Terpidana


satumaluku.com- Kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku disorot. Sudah bertahun-tahun Jaksa Kejati Maluku tidak melakukan eksekusi kepada mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Rukiah Marasabessy. Padahal sudah ada putusan inkrach (putusan berkekuatan hukum tetap) dari Mahkamah Agung (MA) sejak tahun 2011.

Harian Suara Maluku memberitakan, Rukiah Marasabessy disidangkan sebagai terdakwa pada tahun 2009 terkait perkara dugaan korupsi pengadaan peralatan kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Di pengadilan tingkat pertama, terdakwa dibebaskan. Namun, pada 2011, putusan Mahkamah Agung memvonis Rukiah Marasabessy bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun.

Panitera bidang pidana pengadilan negeri Ambon, Dum Matoaseja kepada, Kamis (4/2/2016) mengungkapkan, salinan putusan MA terkait kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum terhadap vonis dalam perkara Rukiah Marasabessy telah dikirimkan dan diberitahukan kepada pihak Kejaksaan untuk segera melakukan eksekusi. Namun hingga kini lanjutnya Pengadilan Negeri Ambon tidak pernah mendapat laporan apakah Rukiah Marasabessy telah dieksekusi atau belum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Jan Samuel Maringka ketika dikonfirmasi mengakui tidak mengetahui persoalan tersebut. “Saya tidak pernah dilaporkan mengenai hal ini jadi silahkan saja tanya langsung ke Aspidsus, “ ujar Maringka.

Informasi yang berhasil dikumpulkan koran ini di Kejaksaan Tinggi Maluku menyebutkan, Kejaksaan Tinggi Maluku tidak pernah melakukan eksekusi terhadap Rukaih Marasabessy sejak putusan Mahkamah Agung di keluarkan.

“Memang benar kejaksaan pernah hendak melakukan eksekusi terhadap Rukiah Marasabessy saat itu. Namun eksekusi tersebut tidak jadi dilaksanakan lantaran Rukiah Marasabessy beralasan suaminya sedang sakit, dan hingga kini Kejaksaan Maluku tidak pernah melakukan eksekusi terhadap Rukiah Marasbessy, “ beber sumber tersebut.

Untuk diketahui Rukiah Marasabessy yang saat itu menjabat selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku disidangkan selaku terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan tahun anggaran 2005 – 2006 pada dinas yang dipimpinnya.

Saat sidang dulu, Jaksa Penuntut Umum adalah Luvie Huwae. Namun setelah putusan MA, Luvie Huwae yang saat itu menjabat selaku Kepala Seksi Uheksi Kejaksaan Tinggi Maluku, diduga tidak pernah melakukan eksekusi terhadap Marasabessy. (*/SM-03)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s