Anak Bupati SBB Bantah Cacimaki Istri Raja Hitu


satumaluku.com- Ayu Puttileihalat, putri Bupati Seram Bagian Barat Jacobus Puttileihalat, membantah telah melakukan caci maki terhadap Nurul Hidayati, istri Raja Hitu, yang juga seorang polisi wanita (Polwan).

“Saya hanya menyatakan sialan dan kata “anjing” kepada diri sendiri dan tidak bermaksud ditujukan kepada saksi korban,” Kata Ayu dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (10/2/2016).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Christina Tetelepta dan dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku Elsye Leunupun dan Stela Ubleuw.

Dalam sidang, Ayu yang didampingi pengacaranya Adolof Seleky bersikukuh membantah telah melakukan semua yang dituduh saksi korban.

Sebelumnya, dalam sidang perdana 13 Januari lalu, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ayu terbukti menyerang kehormatan Brigadir Pol Nurul Hidayati alias Ida, istri Raja Hitu, sehingga diancam penjara sembilan bulan dan denda Rp4.500, sesuai pasal 310 ayat 1 KUHP.

Adapun pasal 310 ayat 1 KUHP adalah “Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu perbuatan, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,-”.

Kantor Berita Antara melansir, menurut JPU, terdakwa pada 29 November 2014 di ACC Passo, kecamatan Baguala (Kota Ambon) dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik Nurul Hidayati alias Ida yang juga merupakan anggota Polwan dan bertugas di Polda Maluku.

Saat itu saksi korban dalam perjalanan pulang menuju Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah bersama keluarga yaitu dua anaknya dengan suaminya yang adalah Raja Hitu dan saudaranya yang bernama Ana Pelu.

Namun dalam perjalan sampai di Lateri, anak saksi korban yang berusia satu tahun rewel dan tiba-tiba memegang setir mobil yang sementara dikemudikan suaminya. “Akibatnya konsentrasi suami korban terganggu dan tanpa sengaja menabrak mobil yang sedang dikendarai terdakwa,” kata JPU.

Suami saksi korban kemudian menghentikan mobilnya lalu turun, tiba-tiba mobil terdakwa maju tiga meter dan dengan sengaja kembali mundur menabrak mobil saksi korban.

Setelah itu terdakwa meninggalkan TKP dan dikejar mobil saksi korban hingga berhenti di halaman parkir ACC Desa Passo. Lalu saksi korban turun dan bertanya kenapa mobilnya ditabrak karena dia juga menyadari kesalahannya telah menabrak mobil terdakwa dari bagian belakang.

Namun terdakwa langsung mencacimaki korban, dan saksi korban berkata akan memperbaiki kerusakan mobil terdakwa tetapi kembali dicacimaki terdakwa.

Karena terdakwa kelihatan masih anak-anak, maka saksi korban kembali menanyakan apakah yang bersangkutan memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan dia menjawab ada disertai makian.

Saksi korban mengajak berbicara secara baik-baik tetapi terus dimaki sehingga Nurul Hidayati menyatakan akan melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Terdakwa mengatakan lapor saja, biar satu batalyon polisi juga saya tidak takut,” kata JPU mengutip pernyataan terdakwa dalam dakwaan tersebut. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s