Jaring Apung akan Dipasang Untuk Cegah Pencemaran Sampah di Teluk Ambon


satumaluku.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan pemasangan jaring guna mengatasi sampah berserakan di pesisir Teluk Ambon yang memperlihatkan panorama kurang indah.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk melakukan penanggulangan sampah di laut hasil pembuangan para pedagang di pasar Mardika maupun terbawa arus sehingga menumpuk di Teluk,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat, Mourits Lantu, Jumat.

Hasil peninjauan yang dilakukan, hampir seluruh kawasan pesisir serta lokasi penyelaman dipenuhi sampah, baik ditepi pantai maupun di kedalaman laut.

“Hasil peninjauan perlu dilakukan penanganan khusus agar Teluk Ambon tetap menjadi lokasi favorit bagi wisatawan untuk berkunjung ke Ambon,” ujarnya.

Menurut dia, menanggulangi sampah bertebaran di Teluk Ambon, maka pihaknya akan melakukan pemasangan jaring apung di pesisir serta sungai yang mengarah ke pantai Mardika.

“Jaring apung dipasang dengan tujuan agar sampah yang mengalir melalui sungai dari sejumlah kawasan di Ambon tidak masuk ke pantai Mardika. Jaring juga akan dipasang di pasar agar sampah para pedagang tidak langsung masuk ke laut,” katanya.

Mourits menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Fakultas Perikanan untuk mengukur dan menghitung luas wilayah sebelum dilakukan pemasangan jaring pengaman sampah.

“Kerjasama dilakukan karena pihak Unpatti lebih mengetahui Teluk Ambon. Kita berharap dalam waktu dekat dapat dilakukan pemasangan jaring apung,” ujarnya.

Diakuinya, setelah proses pemasangan jaring akan dilakukan evaluasi kembali, apakah pencemaran sampah di Teluk Ambon karena para pedagang ataukah ada penyebab lain.

“Kami mengharapkan bantuan dari masyarakat khususnya pedagang pasar Mardika untuk tidak lagi membuang sampah di laut, karena sejumlah titik di pasar telah disiapkan bak sampah untuk pedagang,”tandasya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan memasang jaring di dua sungai besar disamping pasar Mardika yakni, Waitomu dan Wai Batu Merah, karena produksi sampah juga datang dari masyarakat.

“Masyarakat juga masih membuang sampah di sungai yang kemudian terbawa arus ke laut. Ini juga merupakan salah satu penyebab kenapa sampah di laut itu susah untuk ditanggulangi,” kata Mourits Lantu. (*)

sumber: antara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s