Setelah Papua, Akhirnya Masyarakat di Maluku Bisa Gunakan BBM Pertalite


satumaluku.com- Masyarakat Kota Ambon saat ini sudah bisa menggunakan produk bahan bakar non subsidi terbaru dari Pertamina, Pertalite. Maluku menjadi provinsi paling akhir setelah Papua terkait pengadaan Pertalite oleh PT Pertamina (Persero).

Kehadiran Pertalite di Ambon ditandai dengan launching produk tersebut oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII di SPBU 83.971 di kawasan Pohon Pule Ambon.

General Manager PT Pertamina (Persero) MOR VIII, Eldy Hendry menyampaikan sejak peluncuran perdananya di Jakarta dan Surabaya pada tanggal 24 Juli 2015, Partalite terus mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya konsumsi partalite dengan rata-rata penjualan 4,5 kiloliter per hari di berbagai SPBU yang menjual produk ini.

Dia mengungkapkan, bagi warga yang ingin menggunakan produk terbaru Pertamina itu, saat ini produk Pertalite bisa didapatkan di dua SPBU di di Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi PT Pertamina yang meluncurkan Pertalite di ibu kota Provinsi Maluku pada 16 Februari 2016.

“Ini berarti masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya sebagai pengguna sudah punya pilihan dalam kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang sekarang beredar di Ambon seperti Premium maupun Pertamax,” kata Asisten I Pemkot Ambon, Hanafi Salatalohi saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan penggunaan pertalite di Ambon, Selasa (16/2).

Hanafi berharap, nantinya BBM RON 90 ini bisa dijual di seluruh delapan SPBU kelolaan Pertamina di Ambon.

General Manager MOR VIII Papua dan Maluku Eldy Henry mengatakan, Pertalite sudah diluncurkan di Papua pada Desember 2015. Dengan begitu, seluruh wilayah Indonesia sudah bisa mencicip Pertalite.

Data satumaluku.com menunjukkan sebelumnya, pada 2 November 2015 lalu, sebanyak 1.250 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh wilayah di Indonesia telah menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis  Pertalite. Saat itu, yang belum menjual Pertalite hanya Provinsi Maluku dan Papua. Namun, Papua akhirnya menggunakan Pertalite pada Desember 2015 lalu baru kemudian Pertalite. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s