Rumah 17 Veteran di Pulau Ambon Sudah Direnovasi, Veteran Lain Tunggu Giliran


satumaluku.com– Para pejuang veteran di Provinsi Maluku, mendapat bantuan dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III dalam program bedah rumah. Saat ini, program bedah rumah veteran baru menjangkau Pulau Ambon. Tetapi, akan dilanjutkan di Pulau Seram, Tual, dan sejumlah wilayah lain di Maluku.

“Saat ini yang sudah kami bedah dan yang sudah selesai ada 17 rumah, nanti akan kami lanjutkan untuk para veteran yang lain,” kata Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto saat ditemui di acara Inaugurasi BUMN Untuk Negeri di Bandung, Jumat (19/2/2016), dilansir website Pelindo III.

Menurut Djarwo, program bedah rumah di Maluku dilaksanakan Pelindo III sejak Agustus tahun lalu dan telah diserah terimakan pada bulan Oktober 2015. Pada tahap awal, baru menjangkau rumah veteran yang ada di Pulau Ambon.

“Ke depan kami akan bedah rumah veteran yang ada di pulau lain, seperti Seram, Tual, dan lainnya, agar kehidupan para veteran ini juga terangkat,” lanjutnya.

Menteri BUMN Rini M. Sumarno mengatakan jika program bedah rumah veteran harus dilanjutkan. Rini meminta kepada seluruh dirut BUMN untuk berkomitmen dan bersedia melakukan program bedah rumah bagi veteran. Menurutnya hal itu harus dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Tahun 2015 lalu ada 1.530 rumah veteran yang dibedah oleh BUMN di seluruh Indonesia. Tahun 2016 ini saya meminta untuk dilanjutkan,” tegasnya.

Permintaan Rini tersebut disambut teriakan “siap” dan tepuk tangan oleh seluruh Dirut BUMN yang hadir di acara Inaugurasi BUMN Hadir Untuk Negeri.

Wahab Tolokoli (93) salah seorang Veteran RI asal Maluku yang rumahnya dibedah oleh Pelindo III mengaku senang saat ini ia memiliki rumah yang ditempatinya bersama keluarga. Selama ini Wahab tinggal dalam sebuah gubug yang kurang layak huni.

Pelindo III dibantu oleh Kodam XVI/Pattimura dan warga sekitar bergotong royong membangun rumah milik veteran yang ikut berjuang meredam pemberontakan Republik Maluku Selatan tahun 1950 lalu itu.

“Saat ini saya senang, rumah sudah bagus, saya tinggal dengan istri, anak, dan cucu saya,” katanya dengan logat khas Maluku. (avp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s