Bebani Uang Negara, Pemekaran 13 Daerah Otonom Baru di Maluku Ditunda


satumaluku.com- Keinginan mewujudkan pemekaran 13 daerah otonom baru (DOB) di Maluku tertunda. Kondisi keuangan negara saat ini tidak mendukung untuk mewujudkan daerah-daerah otonom baru. Tidak hanya di Maluku, tapi di seluruh Indonesia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan, dari hasil kajian pemerintah, 58 persen Daerah Otonomi Baru (DOB) gagal meningkatkan Pendapatan Otonomi Daerah (PAD). Alhasil DOB tersebut mengandalkam keuangannya dari bantuan pemerintah pusat.

“PAD tidak meningkat berarti pemerataan dan percepatan pembangunan tidak jalan, lebih-lebih peningkatan kesra. Padahal tujuan pemekaran untuk meningkatkan dan mempercepat kesra, mempercepat pemerataan pembangunan,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri rapat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD), di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Pemerintah sendiri sudah mulai kewalahan menanggung anggaran untuk DOB. Sementara pemerintah masih harus fokus mendorong pembangunan infrastruktur. Di lain pihak, pemerintah banyak menerima permohonan pemekaran.

Tjahjo menyebut dari pemerintahan periode lalu, terdapat 87 usulan DOB yang belum diputuskan. Sementara dari pemerintahan saat ini, terdapat 199 usulan baru, baik provinsi maupun kabupaten-kota.

Untuk mengabulkan pemekaran, pemerintah juga harus menyiapkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan kantor Polres, Kejaksaan, Pengadilan hingga pembangunan kantor pemerintah, dan penambahan Pegawai Negri Sipil (PNS).

“Masukan semua pihak, kami akan mengevaluasi dulu, kami akan sampaikan ke DPR, bahwa ada pertimbangan-pertimbangan ini yang kita pikirkan,” jelasnya.

Sementara bagi DOB yang PAD-nya kurang, pemerintah menurut Tjahjo belum bisa berbuat banyak. Pasalnya tidak mungkin DOB tersebut dibubarkan, kemudian dikembalikan ke pemerintah daerah sebelumnya. Karena dalam pembuabaran itu, sejumlah lembaganya juga harus dibubarkan.

Pascakebijakan soal pemekaran wilayah pada tahun 1999 lalu, jumlah wilayah baru saat ini sekitar 50 persen lebih banyak.

Sebelum kebijakan soal pemekaran, di Indonesia terdapat sekitar 50.000 desa, kini jumlahnya mencapai sekitar 74.000. Selain itu jumlah kecamatan yang sebelumnya hanya mencapa 5.000 kecamatan, kini jumlahnya mencapai sekitar 8.000.

Anggota DPD RI asal Maluku Nono Sampono membenarkan pernyatan Mendagri. Menurutnya, penundaan itu sudah dibicarakan dalam rapat antara DPD, DPR dan Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, baru-baru ini.

“Dalam rapat itu diputuskan penundaan pembahasan DOB karena alasan kondisi keuangan negara masih belum dimungkinkan untuk penambahan DOB. Pemberlakuan ini memang bukan hanya di Maluku, namun untuk seluruh Indonesia,” ujar Nono.

Penundaan ini, kata Nono, sangat disayangkan, karena tahun sebelumnya juga usulan pembentukan beberapa DOB di Maluku, tidak ikut dibahas oleh DPR.

“Memang untuk 13 DOB di Maluku sudah masuk dalam agenda dan sudah dibahas, akan tetapi jawaban yang diberikan Wapres mengecewakan. Walaupun demikian, DPD akan tetap berusaha untuk memperjuangkan hal tersebut, dan akan segera melakukan rapat lagi antara DPR dan DPD untuk menindakanlanjuti jawaban Wapres,” ujarnya

Ke-13 bakal DOB yang diusulkan untuk dibahas di di DPR itu, juga masuk dalam rancangan grand design pengembangan Provinsi Maluku, yakni Kepulauan Kei Besar, Kepulauan Terselatan, Gorom-Wakate, Aru Perbatasan, Tanimbar Utara, Seram Utara Raya, Jazirah Leihitu, Talabatai, Buru Kayeli, Bula, Kepu­lauan Huamual, Lease, dan Kawasan Khusus Kepulauan Banda. (avp)

2 thoughts on “Bebani Uang Negara, Pemekaran 13 Daerah Otonom Baru di Maluku Ditunda

  1. pemekaran itu cuma akal2 bulus poliTIKUS utk menjadi raja2/boz2 baru demi memperoleh jalan2 mulus utk MERAMPOK uang negara….alasan/dalih si TIKUS2 ini adalah “KEHENDAK RAKYAT” setempat…bisa jadi kalo preman2 di daerah tsb sdh dicokoki duit berlimpah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s