Sebanyak 60,6 Persen Desa di Maluku Miskin, Desa Mandiri Hanya 0,8 Persen


satumaluku.com- Sebanyak 60,6 persen Desa di wilayah Maluku masuk dalam kategori tertinggal (miskin). Hal ini terungkap dalam buku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Marwan Jafar berjudul “Kebangkitan Desa”, yang diluncurkan Kamis (25/2/2016).

Jumlah Desa tertinggal di wilayah Maluku ini hanya lebih sedikit dibanding wilayah Papua. Adapun jumlah Desa Tertinggal di wilayah Papua mencapai 91 persen. Sedangkan jumlah Desa Tertinggal di wilayah Nusa Tenggara hanya berkisar 40 persen.

Sementara itu, Desa Berkembang di wilayah Maluku mencapai 38,6 persen. Sedangkan Desa Mandiri hanya 0,8 persen.

Sebagai perbandingan, untuk wilayah Papua Desa Berkembang sebanyak 8,91 persen, sedangkan Desa Mandiri 0,09 persen.

Wilayah Nusa Tenggara jauh lebih baik di banding Maluku dan Papua karena jumlah Desa Berkembang sebanyak 58,78 persen dan Desa Mandiri 1,12 persen.

Dalam bukunya Menteri Marwan menjelaskan, Desa tertinggal adalah wilayah yang rentan terhadap guncangan sosial ekonomi, dan lingkungan.

Adapun kategori Desa Berkembang adalah bahwa secara ekonomi memiliki ketahanan dan mekanisme ketahanan yang dibangun untuk bertahan dari krisis ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi segenap warga.

Sedangkan kategori Desa Mandiri, adalah memiliki ketahanan sosial ekonomi dan mekanisme untuk bertahan bagi diri sendiri dan masyarakat di desa sekitar. Selain itu, mandiri dalam segala hal, baik pangan, energi, listrik dan seterusnya. Serta mampu menjadi penggerak ekonomi bagi daerah sekitarnya.

Menteri Marwan juga mengungkap Provinsi Maluku termasuk dalam 10 provinsi di Indonesia yang sudah menandatangani MoU atau nota kesepahaman kerjasama sebagai daerah penerima transmigran. Sembilan provinsi lainnya adalah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Sedangkan pemerintah provinsi di wilayah Papua dan Nusa Tenggara tak ikut menanda tangani kesepakatan sebagai daerah penerima transmigran.

Adapun provinsi pengirim transmigran ada tujuh yakni Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam buku tersebut, juga dikemukakan transmigrasi dinilai masih menjadi program andalan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh daerah sehingga kesenjangan sosial ekonomi akan menyempit. (avp)

3 thoughts on “Sebanyak 60,6 Persen Desa di Maluku Miskin, Desa Mandiri Hanya 0,8 Persen

  1. yg ada hanya masyarakat asli maluku yang lebih miskin… yang makmur pastilah transmigran karena pemerintah lebih pikirkan para transmigran…… su lia banya paskali di maluku ni.

    Like

  2. saatnya pemerintah daerah maluku memperhatikan hal ini, bagaimana membangun desa-desa miskin yang tertinggal, dengan mengali kekayaan alam di desa tersebut lalu dipakai sebagai sumber kemajuan desa-desa di maluku, Maluku memiliki potensi kekayaan alam yang banyak tanah yang subur laut yang baik dan georafis yang mendukung. Ayo mangurebe maju

    Like

  3. kasihan sekali ya, mudah – mudahan dengan kerja kerasnya Pak Jokowi, rakyat maluku bisa dapat hidup sejahtera. love maluku.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s