Kedamaian di Wayame Jadikan Luis Ubra Doktor Pertama dari STAKPN Ambon


satumaluku.com- Luis Thobias Ubra, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura Ambon, mencatatkan diri sebagai Doktor pertama lulusan Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon.

Dalam pengukuhan Ubra yang digelar di aula STAKPN Ambon, Kamis (25/2/2016), Ubra diperkenankan menyampaikan disertasinya yang berjudul Pendidikan Perdamaian Berbasis Kultural di Desa Wayame.

Dalam disertasinya, seperti dilansir Suara Maluku, Ubra mengatakan, Desa Wayame dengan populasi sebanyak 5.344 jiwa merupakan desa yang dihuni oleh bebagai etnik dan kultur yang berbeda, antara lain, Bugis, Batak, Timor, Makassar dan Minahasa serta Maluku. Dengan etnis terbanyak adalah Maluku dengan populasi sebanyak 2.732 jiwa.

Berdasarkan hasil pelilitan lanjut Ubra, ditemukan bahwa masyarakat Desa Wayane memahami betul arti dari sebuah perdamaian. Dimana masyarakat Wayame mengartikan pedamaian sebagai suatu kondisi dimana berkurangnya tindak kekerasan di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu lanjut Ubra, berbagai perbedaan yang ada ditengah-tengah masyarakat, tidak dijadikan sebagai sumber konflik, namun semua perbedaan tersebut dikelola sebagai potensi perdamaian. Masyarakat Desa Wayame membangun dan mengelola perdamaian sejati di daerah mereka atas dasar keadilan dan kebenaran yang sejati baik dalam pelayanan publik maupun kehidupan sehari-hari.

Pada bagian lain disertasinya Ubra mengungkapkan, Pendidikan Agama Kristen (PAK), perdamaian dilakukan masyarakat Desa Wayame dengan aktif dan efisien, baik di rumah-rumah warga Kristen maupun gereja.

Dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), perdamaian yang dijalankan di Desa Wayame tambah Ubra, menjadikan Desa Wayame suatu desa yang kaya dengan toleransi dan kerukunan di Maluku, dan hal ini dapat dijadikan sebagai model percontohan di Maluku.

Pada akhir disertasinya, Ubra mengungkapkan, Pendidikan Agama Kristen (PAK) Perdamaian di Desa Wayame telah mengantar desa tesebut sebagai desa perdamaian di Maluku. Dan hal ini merupakan kearifan lokal di Maluku yang harus dipertahankan. (SM-03)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s